NUNUKAN — Bangunan baru SMK Negeri 1 Nunukan menuai sorotan. Atap ruangan bocor saat hujan deras, sementara toilet belum bisa difungsikan karena perlengkapan tak kunjung lengkap. Akibatnya, sejumlah ruang kelas tidak dapat digunakan secara optimal.
Temuan ini diungkap anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Ruman Tumbo, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut pada Senin (18/5/2026). Ia menilai kualitas pengerjaan proyek perlu dievaluasi lantaran langsung bermasalah di tahun pertama operasional.
“Masih ada fasilitas yang belum tuntas, padahal bangunannya sudah berdiri. Ini tentu perlu perhatian serius,” ujar Ruman saat meninjau lokasi.
Ruman menyoroti kebocoran atap yang membuat air masuk saat hujan. Kondisi itu menghambat proses belajar mengajar karena ruang kelas tidak bisa dipakai secara maksimal.
Ia juga menemukan akses tangga pada bangunan baru yang belum dilengkapi pengaman. Toilet, yang seharusnya menjadi fasilitas pendukung utama, belum bisa difungsikan karena perlengkapan tidak lengkap.
Menindaklanjuti temuan ini, Ruman menyatakan pihaknya akan memanggil instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara. Tujuannya untuk meminta penjelasan mengenai kondisi proyek sekolah yang dinilai belum layak.
Ia memastikan persoalan ini akan dibahas lebih lanjut di DPRD Kaltara sebagai bentuk pengawasan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di daerah. Langkah ini diambil agar proyek serupa tidak kembali bermasalah di masa mendatang.