NUNUKAN — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Kalimantan Utara menggelar Training For Trainer (TFT) Rekrutmen Tarbawi di Cafe Sayn, Kabupaten Nunukan, pada 15–17 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti oleh pengurus BKAP dan kader pelopor se-Kaltara ini menghadirkan tiga instruktur utama dari tingkat pusat.
Ketua DPW PKS Kaltara, Asep Mahmudin, menyebut pelatihan ini sebagai momentum strategis untuk menyuntikkan arah baru kaderisasi pasca-pemilu. "Kehadiran tim pemateri dari BKAP DPP PKS memberikan semangat, wawasan, serta penguatan strategi dalam membangun pola rekrutmen yang lebih terarah, sistematis, dan menyentuh kebutuhan umat," ujarnya, Senin (18/5/26).
Tiga pemateri yang diterjunkan langsung dari DPP PKS adalah Wakil Ketua II BKAP DPP Rahmat Syah, M.M., Ketua Departemen Rekrutmen dan Seleksi BKAP DPP Dr. Pardan Prasetyo, serta Sekretaris Departemen Al-Quran dan Kurikulum BKAP DPP Syamsul Bahri, Lc., M.A. Al-Hafizh.
Selama tiga hari, peserta dibekali materi metodologi rekrutmen efektif hingga strategi pendampingan agar anggota baru bertransformasi menjadi kader yang loyal. Ketua BKAP PKS Wilayah Kaltara, Darmanto, mengatakan forum ini berhasil mengaktivasi kembali kader yang sebelumnya pasif dalam lini perekrutan.
Asep Mahmudin menegaskan TFT ini bukan sekadar agenda pelatihan rutin. "Ini bagian dari ikhtiar besar untuk menyiapkan kader-kader yang tangguh, militan, dan mampu menjadi pelopor pelayanan masyarakat di berbagai lini," imbuhnya.
Ia menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang partai dalam melahirkan agen perubahan di tengah masyarakat. Para alumni diharapkan mampu menjadi motor penggerak dakwah yang tangguh di daerah masing-masing.
Melihat antusiasme tinggi selama tiga hari pelatihan, Darmanto mengungkapkan bahwa para peserta menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dijadwalkan secara berkala dalam setahun. "Para peserta meminta kepada pihak pemateri dan DPP agar kegiatan serupa dapat dijadwalkan kembali secara berkala, tentu dengan menyesuaikan kebijakan dan program kerja dari DPP PKS di setiap wilayah khusus," pungkas Darmanto.