MALINAU — Pemerintah Kabupaten Malinau melakukan pengisian jabatan definitif pada delapan posisi strategis guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pelantikan yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau ini merupakan hasil dari proses seleksi terbuka yang dilakukan secara kompetitif dan transparan sepanjang tahun 2026.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa menegaskan bahwa rotasi dan promosi ini bukan sekadar agenda seremonial rutin. Langkah ini adalah bagian dari strategi penguatan kelembagaan untuk menghadapi dinamika pembangunan di Kalimantan Utara yang kian kompleks, terutama menyangkut infrastruktur dan tata kelola perbatasan.
Berdasarkan data hasil seleksi, para pejabat yang mengisi posisi baru tersebut memiliki latar belakang teknis yang relevan dengan bidangnya masing-masing. Berikut adalah daftar pejabat JPT Pratama yang resmi bertugas:
Dalam arahannya, Wempi menekankan agar seluruh pejabat baru tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata. Ia menuntut adanya inovasi nyata, terutama dalam mendukung keberlanjutan program unggulan daerah seperti program Desa Sarjana yang telah memasuki tahun kelima.
“Kita membutuhkan aparatur yang tidak hanya hadir secara administratif, tetapi mampu bekerja secara profesional, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Wempi di hadapan para pejabat yang dilantik.
Selain inovasi program, percepatan digitalisasi sistem pemerintahan menjadi poin utama yang harus segera dieksekusi. Hal ini berkaitan erat dengan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan ASN agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.
Bupati juga mengingatkan bahwa tugas berat telah menanti di depan mata, mulai dari pengendalian inflasi daerah hingga penanganan keterbatasan infrastruktur. Mengingat letak geografis Malinau, sinergi lintas perangkat daerah menjadi kunci dalam mengelola wilayah perbatasan secara efektif.
Aspek kewaspadaan bencana juga tidak luput dari perhatian. Wempi menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki musim kemarau.
“Pelantikan ini adalah amanah. Jabatan bukan hanya kedudukan, tetapi tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Bupati menutup sambutannya.
Para pejabat yang baru dilantik diharapkan segera membangun koordinasi internal dan menghadirkan kinerja nyata bagi kemajuan Kabupaten Malinau secara menyeluruh.