Kalimantan Utara — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menginisiasi SINARA FEST 2026 sebagai momentum kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor perkebunan. Kegiatan ini berlangsung setelah sukses digelar di Bandung dan Aceh, dengan tema "Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan untuk Kemenkeu Satu: Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas".
Rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi program strategis BPDP, diskusi interaktif, demo masak dan pelatihan kuliner, mini bazar UMKM, serta booth edukasi yang memperkenalkan manfaat komoditas perkebunan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap elemen dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai tambah produk perkebunan dan peran UMKM dalam ekonomi nasional.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menekankan bahwa SINARA FEST bukan sekadar kegiatan seremonial. "Melalui penguatan edukasi, inovasi, akses pembiayaan, serta promosi, SINARA FEST diharapkan mampu mendorong pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan agar tumbuh secara berkelanjutan, memiliki nilai tambah, dan berdaya saing tinggi di pasar," jelasnya.
Kepala Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Utara, Ika Hermini Novianti, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor perkebunan. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat literasi masyarakat terhadap peran APBN dan meningkatkan daya saing UMKM, khususnya di sektor perkebunan.
Instansi vertikal Kementerian Keuangan turut berpartisipasi sebagai bentuk sinergi dukungan layanan fiskal. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC Tarakan, Dwi Ardiyanto, menyampaikan materi terkait layanan dan tata cara akses ekspor bagi pelaku UMKM untuk pengembangan pasar ke luar negeri. Sementara Edi Trisno Yuwono, Penyuluh Pajak KPP Tanjung Redeb, memberikan edukasi mengenai kewajiban dan fasilitas perpajakan untuk mendukung penguatan legalitas serta pertumbuhan usaha UMKM.
BPDP dan Kanwil DJPB Kalimantan Utara berkomitmen menjadikan SINARA FEST sebagai platform kolaboratif berkelanjutan. Tujuannya membangun ekosistem yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing dari sisi hulu hingga hilir dalam mendukung komoditas sawit, kelapa, dan kakao sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendorong optimalisasi peran sektor hulu dan hilir komoditas strategis, serta meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan di Kalimantan Utara.