TARAKAN — Ketua Panwasrah Porprov II Kaltara 2026, Wiyono Adie, menyatakan hasil peninjauan lapangan menunjukkan kondisi arena pertandingan sudah cukup baik. Meski begitu, sejumlah bagian masih harus dimatangkan sebelum kompetisi dibuka.
“Secara umum kondisi venue sudah cukup baik. Tinggal beberapa bagian yang perlu dimatangkan dan diselesaikan sebelum pertandingan berlangsung,” ujar Wiyono dalam keterangan yang dikutip dari Headlinews.id.
Jalur Evakuasi dan Pintu Keluar-Masuk Jadi Sorotan
Selain kelayakan arena, Panwasrah menyoroti pengaturan akses di lokasi pertandingan. Masukan mengenai kebutuhan pintu keluar-masuk dan jalur khusus evakuasi telah disampaikan kepada penyelenggara demi keselamatan peserta dan penonton.
“Pengaturan akses perlu diperhatikan, termasuk pintu untuk evakuasi. Harus jelas jalur keluar-masuknya agar pergerakan orang di area pertandingan bisa lebih tertata,” kata Wiyono.
Aspek keselamatan menjadi bagian dari evaluasi fasilitas yang akan digunakan selama Porprov. Arena tidak cukup hanya siap untuk pertandingan, tetapi juga harus mendukung penanganan jika terjadi keadaan darurat.
Penginapan Kontingen Tidak Hanya Hotel, Ada Guesthouse dan Rumah Penduduk
Kebutuhan tempat tinggal bagi kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltara juga menjadi perhatian menjelang kedatangan peserta. Panitia besar atau PB Porprov telah mendata sejumlah pilihan akomodasi untuk menyesuaikan kebutuhan atlet dan ofisial.
“Pilihan penginapan bukan hanya hotel. Ada guesthouse dan rumah penduduk yang juga sudah diinventarisasi oleh PB Porprov untuk menampung kontingen,” ungkap Wiyono.
Kedatangan peserta dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Kontingen tidak harus tiba bersamaan, melainkan bisa menyesuaikan waktu keberangkatan dengan jadwal pertandingan yang diikuti.
Atlet yang datang lebih awal berkesempatan mengenali arena dan menyiapkan diri sebelum bertanding. Pengaturan itu sekaligus membantu kontingen menyesuaikan kebutuhan akomodasi dengan agenda perlombaan.
Pendataan Nama Atlet Ditutup 25 Oktober, CDM 28 Oktober
Jadwal pertandingan telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) pada 14 September lalu. Penyusunannya mempertimbangkan karakteristik setiap cabang olahraga, jumlah kelas yang dipertandingkan, serta sistem kompetisi yang digunakan.
Administrasi peserta memasuki tahapan lanjutan. Pendataan nama atlet atau entry by name dijadwalkan berakhir pada 25 Oktober, disusul pertemuan Chief de Mission (CDM) pada 28 Oktober dan Delegation Registration Meeting (DRM) pada 1 November 2026.
Wiyono menegaskan seluruh persiapan perlu diselesaikan secara terkoordinasi agar pelaksanaan Porprov di Malinau berjalan sesuai rencana. Pemeriksaan kondisi arena, penyempurnaan akses keselamatan, serta pengaturan akomodasi menjadi bagian dari persiapan menjelang pembukaan kompetisi.
“Persiapan harus terus dimatangkan, baik fasilitas pertandingan, akses keselamatan maupun akomodasi kontingen. Semua perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan agar Porprov dapat berjalan tertib sesuai jadwal,” tutupnya.