BULUNGAN — Apel pagi personel Direktorat Samapta Polda Kalimantan Utara berlangsung di Halaman Barak Dalmas. Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf mengambil langsung apel tersebut dan menyampaikan sejumlah penekanan. Arahan menyasar kedisiplinan harian hingga kesiapan menghadapi Karhutla.
Menurut Yusuf, disiplin personel dimulai dari hal-hal sederhana yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Ia meminta setiap anggota memperhatikan sikap tampang, kerapian, dan kelengkapan sebelum bertugas. Aspek kecil itu dinilai menentukan cara personel tampil di lapangan.
Bela Diri Polri Harus Dilatih Rutin
Kemampuan teknis juga menjadi sorotan dalam apel tersebut. Yusuf meminta personel terus meningkatkan keterampilan, terutama kemampuan bela diri Polri. Latihan rutin dinilai penting untuk mendukung kesiapan anggota menghadapi berbagai situasi di lapangan.
"Terus tingkatkan kemampuan dan keterampilan. Latihan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar kemampuan personel semakin baik," ujar Yusuf dalam arahannya.
Gaya Hidup dan Pengelolaan Keuangan Jadi Perhatian
Wakapolda tidak hanya membahas kemampuan teknis. Ia menyoroti pentingnya personel mengelola kehidupan pribadi, termasuk menyesuaikan gaya hidup dengan penghasilan. Anggota diingatkan agar tidak terjebak perilaku konsumtif.
Pengelolaan keuangan yang baik, kata Yusuf, perlu dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan dan kesejahteraan keluarga. Pesan itu disampaikan sebagai bagian dari pembinaan karakter personel di luar tugas operasional.
Kebersihan Barak hingga Kesiapan Peralatan Karhutla
Kebersihan lingkungan barak juga menjadi tanggung jawab bersama. Yusuf meminta personel menjaga kamar, halaman, kamar mandi, dapur, dan fasilitas lainnya. Lingkungan yang bersih dan tertata diharapkan menciptakan suasana sehat sekaligus mendukung kesiapan anggota bertugas.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda mengecek kesiapan Ditsamapta menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Seluruh peralatan Karhutla diminta diperiksa kembali untuk memastikan kelengkapan dan kondisinya. Peralatan yang tersedia harus selalu siap pakai agar bisa segera dikerahkan bila dibutuhkan.
Jauhi Pelanggaran dan Bijak Bermedia Sosial
Di akhir arahannya, Yusuf mengingatkan personel agar menjauhi berbagai bentuk pelanggaran, baik disiplin maupun kode etik profesi Polri. Setiap anggota diminta menjaga sikap, perilaku, dan pergaulan. Penggunaan media sosial juga harus dilakukan secara bijak.
Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus nama baik institusi Polri. Melalui pembinaan itu, Wakapolda berharap personel Ditsamapta semakin disiplin, terampil, dan siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta tetap berpegang pada aturan dan etika profesi.