Pencarian

Pemerintah Siapkan Rp 10 Triliun untuk Benih Gratis, Petani Bisa Dapat Jatah Lahan 5 Hektare

Rabu, 17 Juni 2026 • 14:08:02 WIB
Pemerintah Siapkan Rp 10 Triliun untuk Benih Gratis, Petani Bisa Dapat Jatah Lahan 5 Hektare
Pemerintah alokasikan Rp 10 triliun untuk distribusi benih unggul bagi petani perkebunan.

KALIMANTAN UTARA — Pemerintah memulai langkah besar di sektor perkebunan. Melalui Kementerian Pertanian, program pembagian benih unggul untuk komoditas strategis seperti tebu, kopi, kakao, hingga kelapa resmi berjalan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 9,95 triliun—atau dibulatkan Rp 10 triliun—untuk periode 2025 hingga 2027.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut program ini bagian dari upaya mempercepat hilirisasi pertanian. Targetnya ambisius: 870 ribu hektare lahan petani di seluruh Indonesia mendapat bantuan benih varietas unggul. "Komoditasnya adalah kopi, kakao, tebu, kelapa, mete, pala. Ini komoditas strategis yang demand-nya tinggi di tingkat dunia," ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/6).

Petani Bukan Pengusaha, Jatah Maksimal 5 Hektare

Skema program ini dirancang khusus untuk petani perorangan, bukan korporasi. Amran menegaskan, satu petani maksimal mendapat bantuan untuk lahan seluas 5 hektare. "Jadi jatahnya itu biasanya 2 hektare sampai maksimal 5 hektare untuk satu orang. Tetapi kalau di atas itu, itu sudah pengusaha," jelasnya.

Dengan begitu, program ini menyasar petani kecil dan menengah yang selama ini kesulitan mengakses benih berkualitas. Langkah ini diharapkan bisa langsung mendongkrak produktivitas perkebunan rakyat.

Anggaran Bertahap, Kopi dan Kakao Paling Boros

Dana Rp 9,95 triliun tidak dicairkan sekaligus. Tahun pertama, 2025, pemerintah mengucurkan Rp 2,54 triliun. Lonjakan terjadi di 2026 dengan alokasi Rp 5,63 triliun, lalu menurun menjadi Rp 1,58 triliun di 2027.

Dari total anggaran itu, komoditas kakao mendapat porsi terbesar: Rp 2,49 triliun. Disusul kopi Rp 2,16 triliun, tebu Rp 1,52 triliun, dan kelapa Rp 1,16 triliun. Sisanya untuk mete (Rp 500 miliar) serta lada dan pala (Rp 350 miliar).

Dikawal TNI, Polri, dan KPK, Kenapa?

Amran tidak main-main dengan program ini. Ia meminta pengawalan ketat dari Satuan Tugas Pangan, TNI, Polri, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi. Alasannya, kesalahan di tahap pembibitan bisa berakibat fatal hingga puluhan tahun ke depan.

"Satu kali tanam, seperti kelapa itu bisa panen 30 sampai 60 tahun. Jadi ini kita kawal betul. Kalau salah di pembibitan, akan salah 30 tahun. Salah di pembibitan, akan salah 60 tahun," tegas Amran.

Program benih gratis ini menjadi salah satu pilar hilirisasi pertanian yang digadang-gadang mampu meningkatkan nilai ekspor komoditas perkebunan Indonesia. Jika berjalan sesuai rencana, dalam tiga tahun ke depan ribuan petani akan menikmati bibit unggul tanpa biaya sepeser pun.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks