KALIMANTAN UTARA — Harry Kane resmi menandatangani kontrak baru di Bayern Munich yang mengikatnya hingga 2029, keputusan yang menutup kemungkinan kembali ke Premier League dan menjauhkannya dari rekor Alan Shearer. Kontrak berdurasi lima tahun itu memastikan kapten Timnas Inggris menghabiskan sisa masa emas kariernya di Allianz Arena.
Kesepakatan anyar itu diumumkan setelah Kane dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia lewat Ballon d'Or. Bayern bergerak cepat mengamankan striker berusia 33 tahun tersebut, memastikan sang kapten Timnas Inggris tidak kemana-mana di tengah minat sejumlah klub lain.
Sejak didatangkan dari Tottenham Hotspur dengan mahar 86 juta poundsterling pada Agustus 2023, Kane telah menjelma jadi legenda Bayern. Catatannya luar biasa: 102 gol dalam 102 laga Bundesliga, dua gelar juara liga, dan tiga Golden Boot beruntun.
Kontrak baru Kane berakhir tak lama sebelum ulang tahunnya yang ke-36. Situasi ini memunculkan prospek bahwa pemain yang meninggalkan Spurs sebagai top skor sepanjang sejarah klub dengan 280 gol dalam 435 penampilan itu tak akan pernah lagi tampil di Premier League.
Alan Shearer tetap menjadi pemuncak daftar top skor Premier League dengan 260 gol dalam 441 laga bersama Blackburn Rovers dan Newcastle United. Kane mengoleksi 213 gol dalam 320 pertandingan liga untuk Spurs, terpaut 47 gol dari rekor Shearer.
Dengan kontrak yang membentang hingga 2029, Kane butuh ledakan luar biasa di penghujung karier untuk melampaui torehan ikon asal Inggris tersebut. Wacana kembalinya Kane ke Spurs secara emosional pun kini kian sulit terwujud.
Yang paling menarik perhatian pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel adalah sinyal jelas dari Kane bahwa Euro 2028, yang digelar di Inggris dan Irlandia, masuk dalam targetnya. Saat kontrak berakhir, Kane juga hanya berjarak setahun dari Piala Dunia 2030 di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
Mantan striker Inggris Chris Sutton menilai usia bukan penghalang bagi Kane. Menurutnya, kemampuan penyelesaian akhir dan kecerdasan sepak bola Kane tidak akan tergerus waktu.
"Saya yakin Harry masih sangat mampu melanjutkan beberapa tahun ke depan. Orang mungkin bilang permainannya kurang sedikit pace, tapi dia sangat kuat di area lain. Dia pemain all-round kelas dunia," ujar Sutton kepada BBC Sport.
Sutton menambahkan bahwa gaya bermain Kane yang tidak bergantung pada kecepatan membuatnya berbeda dari striker lain yang menurun performanya seiring bertambahnya usia. Ia bahkan menyandingkan Kane dengan Teddy Sheringham yang masih mencetak gol di Premier League saat menginjak usia 40-an.
Bagi Bayern, kontrak baru ini menjadi fondasi proyek jangka panjang. Klub asal Jerman itu tidak bisa membayangkan kehilangan Kane di tengah ketatnya persaingan di Bundesliga dan Liga Champions.
Bagi Inggris, kepastian ini memberi Tuchel ketenangan menjelang turnamen-turnamen besar. Kane masih menjadi ujung tombak utama dengan 91 gol dari 125 caps, menyamai rekor penampilan internasional.
Pertanyaannya kini sederhana: apakah Kane mampu mempertahankan level permainannya hingga Euro 2028, dan mungkin melangkah lebih jauh ke Piala Dunia 2030? Dengan profesionalisme dan mentalitas kompetitifnya, menutup pintu untuk kemungkinan itu terasa terlalu dini.