KALIMANTAN UTARA — Lenovo menyiapkan dua tablet Yoga Tab Gen 2 Series untuk pasar Indonesia, dengan pembeda utama di ukuran layar dan chipset: versi Plus pakai Snapdragon 8 Elite 13 inci, versi standar pakai Dimensity 9500s 11,1 inci. Keduanya membawa layar PureSight Pro 4K dan pena digital Lenovo Tab Pen Pro 2 dalam paket penjualan. Harga dan spesifikasi lengkap belum diumumkan, jadi belum bisa dinilai apakah layak dibanding tablet premium lain di kelasnya.
Consumer Lead Lenovo Indonesia Santi Nainggolan menyatakan pihaknya optimistis menyambut generasi terbaru lini Yoga Tab. Pernyataan itu disampaikan tanpa menyebut tanggal peluncuran resmi maupun rentang harga untuk pasar lokal.
"Melihat sambutan hangat antusiasme terhadap generasi sebelumnya, kami sangat bersemangat untuk segera menghadirkan Lenovo Yoga Tab Gen 2 Series di Indonesia," ujar Santi dalam keterangan resmi Lenovo Indonesia.
Penguatan kemampuan AI pada lini ini disebut sebagai bagian dari visi AI for All Lenovo. Tujuannya membantu pengguna menjalankan aktivitas kreatif dan produktivitas harian dengan lebih fleksibel.
Lenovo memposisikan Yoga Tab Plus Gen 2 sebagai tablet premium untuk pengguna yang butuh ruang kerja lebih luas. Dapur pacunya Qualcomm Snapdragon 8 Elite Mobile Platform, chipset kelas atas yang biasa dipakai flagship.
Layarnya PureSight Pro berukuran 13 inci dengan resolusi 4K dan dukungan Dolby Vision. Kombinasi panel besar dan resolusi tinggi diarahkan untuk pengolahan konten visual, menggambar, hingga produktivitas berat.
Ada satu catatan penting: Lenovo belum mengungkap kapasitas RAM, penyimpanan internal, baterai, maupun konfigurasi kamera tablet ini. Tanpa angka tersebut, klaim "premium" belum bisa diverifikasi.
Versi standar menyasar pengguna yang butuh perangkat lebih ringkas dan portabel. Chipsetnya MediaTek Dimensity 9500s, dipasangkan dengan layar PureSight Pro 11,1 inci yang juga beresolusi 4K.
Ukuran layar menjadi pembeda utama antara kedua varian. Meski lebih kecil, Yoga Tab Gen 2 tetap membawa pengalaman AI multimodal dan dukungan Lenovo Tab Pen Pro 2 yang sama.
Sama seperti varian Plus, konfigurasi memori, kapasitas baterai, dan spesifikasi kamera belum dirinci. Lenovo menyebut informasi itu akan disampaikan bersamaan dengan pengumuman kehadiran perangkat di Indonesia.
Pena digital ini jadi salah satu nilai jual utama kedua tablet, dan disertakan dalam paket penjualan. Lenovo menanamkan kontrol berbasis gestur supaya pengguna tidak selalu harus membuka menu di layar.
Kombinasi gestur dan palm rejection masuk akal untuk sketsa, ilustrasi, maupun catatan presisi. Namun seberapa nyaman gestur itu dipakai harian baru bisa dinilai setelah unit retail diuji langsung.
Lenovo membekali kedua tablet dengan sejumlah kemampuan AI bawaan. Daftarnya cukup panjang untuk ukuran tablet konsumen.
Pendekatan AI multimodal memungkinkan interaksi lewat gestur, pandangan mata, suara, pena, dan sentuhan. Yang perlu diuji lebih jauh: seberapa dalam fitur-fitur ini bekerja, apakah butuh koneksi internet, dan apakah tersedia penuh di Indonesia atau dibatasi region.
Dari kertas spesifikasi, pembeda paling jelas antara dua varian adalah ukuran layar dan chipset. Yoga Tab Plus Gen 2 cocok untuk pengguna yang butuh kanvas besar dan performa tinggi, sementara Yoga Tab Gen 2 lebih masuk untuk yang mengutamakan portabilitas.
Keputusan pembelian sebaiknya ditunda sampai Lenovo mengumumkan harga dan spesifikasi lengkap. Tanpa dua informasi itu, kedua tablet ini masih berupa janji, bukan produk yang bisa dinilai secara utuh.