TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang memimpin upacara peringatan HUT ke-14 Provinsi Kaltara dan memilih berbicara soal kerja kolektif, bukan capaian perorangan. Menurutnya, kemajuan di berbagai bidang tidak lahir dari kerja satu atau dua orang. Seluruh elemen masyarakat dinilai punya andil, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, hingga pelaku UMKM.
Dua hal yang disyukuri Zainal pada momentum tersebut adalah stabilitas harga dan pengendalian inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Ia menilai kondisi itu menunjukkan kerja sama pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan berjalan efektif. Bagi daerah, inflasi yang terkendali berarti daya beli warga tidak tergerus.
Persoalan kebakaran hutan dan lahan juga masuk sorotan gubernur. Zainal menyatakan karhutla di Kaltara sudah dapat diatasi berkat kerja sama Pemprov Kaltara, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait. Ia berharap penguatan upaya itu berlanjut agar warga tak lagi menghadapi dampak asap.
Harapan tersebut tidak berhenti di batas provinsi. Zainal ingin seluruh wilayah Kalimantan terbebas dari kebakaran dan asap. "Karena itu, kita perlu terus bekerja sama dan saling mendukung," katanya.
Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kaltara masih membutuhkan infrastruktur memadai untuk memperlancar mobilitas warga dan membuka akses antarwilayah. Zainal menyoroti perhatian pemerintah pusat yang kian terlihat lewat kunjungan sejumlah pejabat. Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Kepala BNPP-DT Jenderal TNI Maruli Simanjuntak disebut telah melihat langsung kondisi lapangan.
Dari kunjungan itu, kebutuhan yang paling menonjol adalah pembangunan jalan dan konektivitas di kawasan perbatasan. Zainal berharap pembangunan infrastruktur jalan di perbatasan bisa diselesaikan bertahap dalam dua tahun ke depan. Adapun konektivitas antar wilayah ditargetkan rampung pada akhir 2028 dengan perkiraan kebutuhan anggaran mencapai Rp32 triliun.
Ia menempatkan Kaltara sebagai daerah 3T yang memang memerlukan perhatian khusus. "Kami bersyukur pemerintah pusat melihat langsung kondisi di lapangan, terutama kebutuhan pembangunan jalan dan konektivitas wilayah perbatasan," ujarnya.
Peningkatan konektivitas dinilai bakal memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Akses yang lebih terbuka juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi kawasan yang selama ini terisolasi oleh jarak dan kondisi jalan.
Zainal menegaskan momentum HUT ke-14 Kaltara harus menjadi pengingat bahwa pembangunan membutuhkan kesinambungan dan semangat gotong royong. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Tujuannya satu: manfaat pembangunan dirasakan merata.
"Ini bukan perjuangan saya sendiri, tetapi perjuangan kita semua. Seluruh masyarakat, perangkat daerah, instansi vertikal, pelaku UMKM, dan semua pihak telah mengambil bagian dalam membangun Kaltara agar semakin baik," kata Zainal.