NUNUKAN — Penutupan kegiatan Bulan Bakti Pramuka itu dipimpin langsung Ketua Kwarda Kaltara Hj. Rahmawati, S.H. Perkemahan berlangsung sejak 21 hingga 23 Oktober 2026 dan masih terpusat di wilayah Kwartir Cabang Nunukan.
Rahmawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia, sangga kerja, pembina pendamping, narasumber, dan peserta yang menyukseskan rangkaian agenda. Menurutnya, antusiasme peserta menjadi penanda keberhasilan kegiatan.
"Ucapan terima kasih dan penghargaan khusus saya sampaikan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, antusiasme, dan kebersamaan," ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Rahmawati menegaskan Bulan Bakti Pramuka bukan perkemahan biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembinaan generasi muda untuk mengasah kreativitas, keterampilan, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya lokal.
"Melalui Kemah Bakti Kreatif dan Inovatif ini, kita ingin menegaskan bahwa Pramuka harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya berkarakter baik, tetapi juga kreatif dalam berpikir, inovatif dalam berkarya, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Pelaksanaan tahun ini diikuti 7 gugus depan dengan total partisipan lebih dari 250 orang. Meski masih berfokus di Kwarcab Nunukan, Rahmawati optimistis kegiatan ini menjadi pijakan awal program yang lebih luas.
"Ke depan, kami berharap kegiatan ini melibat gugus depan dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltara, khususnya pangkalan SMA, MA, dan SMK," jelasnya.
Hari pertama diisi pembukaan, malam selamat datang, dan pentas seni untuk mempererat persaudaraan antarpeserta. Hari kedua menjadi bagian paling padat dengan aksi berorientasi keterampilan dan lingkungan.
Agenda hari kedua meliputi pembukaan lahan pertanian, penyuluhan dan penanaman jagung, lomba kerajinan berbasis bahan lokal, lomba pengolahan makanan ringan, penyuluhan kebencanaan, hingga malam renungan.
Pada hari ketiga, peserta menjalani kegiatan sosial kemanusiaan berupa donor darah, penyuluhan kesehatan gigi, serta lomba inovasi alat peraga pembelajaran budaya.
Rahmawati berpesan agar pengalaman dan nilai kepramukaan yang didapat selama perkemahan terus diterapkan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Menurutnya, prestasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang Pramuka.
"Ingatlah bahwa keberhasilan seorang Pramuka tidak hanya diukur dari prestasi dalam perlombaan, tetapi dari sikap, perilaku, kepedulian, dan manfaat yang diberikan kepada orang lain," tutupnya.