Dekranasda Malinau Latih 356 Peserta Public Speaking dan MC Sambut HUT ke-27 Kabupaten

Penulis: Naufal Aditama  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 11:46:01 WIB
Peserta mengikuti pelatihan public speaking dan MC yang digelar Dekranasda Kabupaten Malinau di Ruang Tebengang.

MALINAU — Antusiasme warga Malinau terhadap pelatihan Master of Ceremony (MC) dan public speaking tercatat tinggi. Sebanyak 356 peserta mendaftar melalui aplikasi Saget untuk mengikuti kegiatan yang digelar Dekranasda Kabupaten Malinau di Ruang Tebengang.

Ketua Dekranasda Kabupaten Malinau Maylenty Wempi menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Malinau atas dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, minat besar peserta menunjukkan keinginan masyarakat untuk belajar dan mengembangkan potensi diri.

Mengapa Public Speaking Dipandang Penting bagi Pembangunan Daerah

Maylenty menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur. Kapasitas, kepercayaan diri, kreativitas, dan keberanian generasi muda untuk berbicara juga menjadi bagian penting dari kemajuan daerah.

"Pembangunan daerah bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kapasitas, kepercayaan diri, kreativitas, dan keberanian generasi muda untuk tampil berbicara serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah," ujarnya.

Kemampuan public speaking, kata dia, bukan sekadar berbicara di depan umum. Keterampilan itu mencakup cara menyampaikan gagasan dengan baik, membangun pengaruh positif, hingga menggerakkan orang lain mencapai tujuan bersama.

Peran MC Tak Sekadar Membacakan Susunan Acara

Menjadi MC juga menuntut kemampuan lebih dari sekadar membacakan susunan acara. Seorang MC harus mengatur alur kegiatan, membangun komunikasi dengan audiens, dan menjaga suasana agar acara berjalan lancar.

Karena itu, Maylenty mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan terbuka terhadap proses pembelajaran. Ia meminta peserta tidak takut mencoba meski melihat orang lain lebih mahir.

"Jangan takut, jangan malu untuk mencoba, dan jangan merasa rendah diri ketika melihat orang lain lebih mahir daripada kita, karena semuanya membutuhkan proses," pesannya.

Pesan Maylenty: Jangan Menunggu Percaya Diri untuk Mulai Berbicara

Maylenty memberikan motivasi agar peserta tidak menunggu rasa percaya diri muncul sebelum mulai berbicara. Kepercayaan diri, menurutnya, tumbuh melalui keberanian untuk terus mencoba dan berlatih.

"Jangan menunggu percaya diri untuk mulai berbicara, tetapi mulailah berbicara agar kepercayaan diri itu tumbuh," tegasnya.

Ia berharap pelatihan ini melahirkan talenta-talenta baru di Kabupaten Malinau. Talenta tersebut diharapkan berkontribusi dalam kegiatan pemerintahan, organisasi, pendidikan, komunitas, hingga kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Dorong Terbentuknya Komunitas Public Speaking dan MC

Ilmu yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Peserta diminta menerapkan dan membagikan keterampilan tersebut kepada masyarakat luas.

Ke depan, Dekranasda Kabupaten Malinau mendorong terbentuknya komunitas atau wadah pengembangan bakat public speaking dan MC. Wadah itu akan menjadi tempat belajar, berlatih, berbagi pengalaman, serta melahirkan talenta unggul daerah.

"Kemampuan komunikasi yang didapatkan, kita harapkan dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan kerajinan, produk lokal, seni, budaya, dan berbagai potensi unggulan Kabupaten Malinau," ujarnya.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: ikaen.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top