TANJUNG SELOR — Keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara 2026 yang berpusat di Kabupaten Malinau. Sorotan utama penyelenggara saat ini tertuju pada pemenuhan sarana dan prasarana pertandingan, khususnya peralatan khusus yang wajib berspesifikasi sesuai standar masing-masing cabang olahraga (cabor).
Panwasrah Porprov II Kaltara 2026 bergerak cepat memetakan kebutuhan peralatan. Solusi yang disiapkan: mengoptimalkan peralatan milik pengurus provinsi (pengprov) cabor yang ada dan layak secara teknis untuk dikirim ke Malinau selama kompetisi berlangsung.
Ketua Panwasrah Porprov II Kaltara 2026, Wiyono Adie, menegaskan kesiapan arena atau venue pertandingan tidak memicu kendala berarti. Namun, kelengkapan alat pendukung tetap butuh perhatian ekstra lantaran tiap cabor mematok spesifikasi teknis berbeda.
"Hambatan yang paling krusial adalah masalah sarana dan prasarana. Tetapi kami yakin untuk venue sudah tidak ada masalah. Ini hanya faktor-faktor teknis pendukungnya," ujar Wiyono usai Rapat Koordinasi KONI Kaltara dan PB Porprov II Kaltara 2026 di Tanjung Selor, Kamis (15/10/2026).
Sejumlah peralatan tanding membutuhkan proses pengadaan yang menyita waktu serta memiliki kualifikasi khusus. Alokasi anggaran yang terbatas tidak memungkinkan panitia membeli seluruh unit baru.
Panwasrah menginstruksikan tiap pengprov cabor melakukan pendataan serta inventarisasi menyeluruh. Pemetaan mencakup ketersediaan alat, defisit kebutuhan, hingga opsi pengadaan atau skema peminjaman.
"Solusinya (