Geotab Tekan Risiko Kecelakaan Armada RI, Aerotrans Pangkas 61%

Penulis: Lendra Saputra  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:23:01 WIB
Geotab memanfaatkan AI dan data telematika untuk menekan risiko kecelakaan armada di Indonesia.

KALIMANTAN UTARA — Geotab memakai AI dan data telematika untuk menekan risiko kecelakaan armada di Indonesia, merespons 158.508 kasus kecelakaan sepanjang 2025 yang menewaskan 24.296 orang. Aerotrans, operator transportasi darat Garuda Indonesia Group, mencatat potensi kecelakaan per kilometer turun 61% sejak mengadopsi teknologi ini pada 2024.

Perusahaan global di bidang connected operations, video telematika, dan insight berbasis AI itu mengintegrasikan data kendaraan, lokasi, perilaku pengemudi, diagnostik, serta konteks video ke dalam satu ekosistem terpadu. Pendekatan ini memberi operator armada visibilitas lebih dini untuk mendeteksi potensi risiko di jalan sebelum berkembang menjadi insiden.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengidentifikasi faktor manusia seperti kelelahan, kelalaian, hingga ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan sebagai penyebab dominan kecelakaan. Kondisi itu menegaskan keselamatan jalan masih menjadi tantangan besar, terutama bagi perusahaan yang mengoperasikan armada kendaraan harian.

Dari GPS ke Pemahaman Perilaku Pengemudi

Alvin Santoso, Business Development Manager Geotab Indonesia, menilai GPS baru tahap awal. Menurutnya, nilai tambah muncul saat operator bisa memahami apa yang terjadi di sekitar kendaraan dan bagaimana kendaraan itu dikemudikan.

"Di Indonesia, dengan kondisi jalan, karakteristik operasional armada, dan kebutuhan mobilitas yang sangat beragam, nilai dari connected intelligence terletak pada kemampuannya untuk mengubah volume data yang sangat besar menjadi informasi yang benar-benar dapat ditindaklanjuti oleh operator maupun pengemudi," ujar Alvin dalam diskusi media bertajuk "Smarter Fleets, Safer Roads: The Connected Intelligence Dialogue" di Jakarta pada Kamis (8/10).

Ekosistem Geotab mencakup MyGeotab, platform pengelolaan armada yang menyatukan informasi kendaraan dan pengemudi dalam satu sistem. Perangkat telematika GO9 merekam data kendaraan dan perilaku berkendara seperti lokasi GPS, peristiwa berbasis g force, serta informasi kondisi mesin dan baterai.

Ada pula GO Focus Plus yang menambahkan konteks video berbasis AI dan peringatan di dalam kabin untuk risiko seperti kelelahan, distraksi, dan jarak berkendara terlalu dekat (tailgating).

Skala Data dan Asisten AI Geotab Ace

Solusi itu ditopang skala operasional global Geotab yang memproses lebih dari 100 miliar titik data setiap hari dari sekitar 6 juta kendaraan dan aset terhubung. Dibangun di atas Google Cloud, Geotab memanfaatkan kecerdasan data dan AI untuk menggeser pengelolaan armada dari pendekatan reaktif menjadi proaktif.

Salah satu contohnya Geotab Ace, asisten AI yang terintegrasi dalam MyGeotab dan didukung Gemini. Lewat asisten ini, tim pengelola armada bisa mengajukan pertanyaan dengan bahasa sehari-hari soal keselamatan pengemudi, kondisi kendaraan, dan utilisasi armada, lalu mendapat insight tanpa query kompleks atau penelusuran laporan manual.

Untuk fleksibilitas pengadaan, solusi Geotab juga tersedia melalui Google Cloud Marketplace, yang menyederhanakan proses bagi pelanggan enterprise.

Aerotrans Catat Skor Keselamatan 89%

Sejumlah perusahaan di Indonesia sudah menerapkan pendekatan tersebut. Aerotrans, penyedia transportasi darat Garuda Indonesia Group, mengandalkan teknologi Geotab pada lebih dari 250 kendaraan untuk mendukung mobilitas awak pesawat dan tim logistik.

Sejak mengadopsi teknologi Geotab pada 2024, Aerotrans mengantongi skor keselamatan armada hingga 89%, melampaui rata-rata regional. Penerapan ini juga meredam aksi rem mendadak sebesar 57% dan menekan durasi idling 22% demi efisiensi bahan bakar.

"Kami mencari solusi yang dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis dan operasional kami, serta mampu menyediakan insight secara real-time. Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan," ujar Direktur Aerotrans, Kadek Bayu Temaja.

TRAVL Uji Coba GO Focus Plus di Rute Jakarta-Bandung

PT Maya Gapura Intan (MGI) lewat layanan shuttle antarkota TRAVL juga memakai teknologi serupa. TRAVL mengoperasikan sekitar 40 kendaraan dengan 100 jadwal keberangkatan harian di rute Jakarta, Tangerang, dan Bandung, dan menempatkan keselamatan sebagai keunggulan layanan.

Selain memanfaatkan Geotab dan platform MyGeotab, TRAVL meningkatkan kemampuan pemantauan lewat uji coba GO Focus Plus pada Agustus 2026. Tim operasional TRAVL kini dapat meninjau data serta rekaman untuk mengevaluasi perilaku pengemudi dan mengambil tindakan korektif lebih cepat.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top