NUNUKAN — Rudihartono menegaskan bahwa kehadiran peserta dari berbagai daerah telah memeriahkan rangkaian acara yang digelar di Rumah Adat Tidung tersebut. Menurutnya, festival ini bukan sekadar pesta budaya, melainkan ruang pertemuan bagi masyarakat Borneo dari berbagai wilayah.
Antusiasme peserta yang menampilkan berbagai atraksi dan kearifan lokal mendapat apresiasi langsung dari pemerintah desa. Rudihartono menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperkenalkan budaya Tidung kepada generasi muda.
Festival Iraw yang digelar di Rumah Adat Tidung Desa Binusan menjadi salah satu rangkaian acara Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026. Acara ini dihadiri ribuan peserta yang datang dari 4 negara.
Skala kehadiran tersebut membuat Desa Binusan menjadi tuan rumah pertemuan budaya lintas negara. Rumah Adat Tidung dipilih sebagai lokasi utama karena dinilai representatif sebagai pusat kegiatan adat masyarakat Tidung.
Rudihartono secara khusus menyoroti penampilan para peserta yang membawa berbagai atraksi budaya. Ia menilai keberagaman penampilan itu memperkaya jalannya festival.
"Kami atas nama Pemerintah Desa Binusan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV. Kehadiran mereka telah memeriahkan festival iraw kita di Rumah Adat Tidung ini," ujar Rudihartono.
Pemerintah Desa Binusan berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan dapat terus terjaga. Rudihartono menyebut modal sosial itu penting untuk memajukan desa sekaligus melestarikan budaya Tidung di masa mendatang.