KALIMANTAN UTARA — Teaser yang dirilis Tesla menampilkan Roadster berwarna merah di bawah pencahayaan bergaya landasan peluncuran roket. Tanggal "10.01" tercantum di bagian bawah gambar, dan penghitung waktu mundur di situs web resmi Tesla Roadster berjalan menuju tanggal yang sama.
Sampai sekarang, Tesla belum mengumumkan lokasi acara. Perusahaan juga belum mengonfirmasi apakah demonstrasi tersebut akan disiarkan secara langsung. Informasi ini pertama kali dilaporkan Electrek.
Roadster pertama kali diperkenalkan sebagai prototipe pada 2017. Setahun kemudian, Elon Musk meluncurkan Roadster miliknya sendiri ke luar angkasa dengan pengemudi boneka bernama "Starman".
Sejak itu, Roadster generasi baru terus tertunda tanpa tanggal produksi yang jelas. Pengungkapan 1 Oktober ini jadi momen pertama Tesla menunjukkan bentuk finalnya ke publik.
Teaser tersebut memicu spekulasi bahwa Tesla akan mendemonstrasikan Roadster yang mampu terangkat dari tanah. Sistem yang disebut-sebut adalah pendorong gas dingin (cold-gas thruster) hasil pengembangan SpaceX.
Sebelumnya, Tesla memang mengabarkan rencana paket SpaceX yang memanfaatkan sejumlah pendorong untuk meningkatkan akselerasi, pengereman, dan pengendalian Roadster. Tapi perlu dicatat: demonstrasi 1 Oktober diperkirakan hanya menampilkan mobil melayang di ketinggian rendah.
Kendaraan itu juga diprediksi dioperasikan dari jarak jauh, tanpa pengemudi di dalamnya. Artinya, apa yang ditampilkan nanti kemungkinan besar belum mencerminkan kemampuan produksi massal.
Roadster generasi baru sudah lama jadi salah satu produk paling ditunggu di segmen EV. Kalau Tesla benar-benar mendemonstrasikan kemampuan melayang, itu jadi pembeda teknis yang belum dimiliki kompetitor mana pun.
Tapi ekspektasi tinggi juga berisiko. Demonstrasi yang cuma menampilkan mobil melayang rendah tanpa pengemudi bisa dibaca sebagai gimmick, bukan terobosan yang siap dipakai konsumen.
Untuk pasar Indonesia sendiri, Roadster bukan produk volume. Kehadirannya lebih berfungsi sebagai halo car yang mengangkat persepsi teknologi Tesla, sementara lini Model 3 dan Model Y tetap jadi tulang punggung penjualan.