KALIMANTAN UTARA — Jakarta — Pembangunan fasilitas manufaktur logam mulia itu disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira, dalam Pubex Live 2026, Kamis (10/8/2026). Menurut dia, kapasitas produksi yang disiapkan mencapai kisaran 30-40 ton per tahun. Angka itu jauh melampaui produksi emas perseroan pada semester I 2026 yang tercatat 18,1 ton.
Arini menyebut permintaan emas domestik sedang naik signifikan. Karena itu, kapasitas tambahan dinilai penting agar Antam bisa menyerap tren tersebut sekaligus menjaga posisi logam mulia sebagai merek utama produk emas investasi pilihan masyarakat.
"Peningkatan kapasitas ini kami harapkan dapat membuat kemampuan kami bisa menangkap tren permintaan emas domestik sekarang sangat signifikan sekaligus mempertahankan posisi logam mulia sebagai brand utama kami untuk produk emas investasi pilihan masyarakat Indonesia," ujar Arini.
Bisnis emas memang jadi tulang punggung pendapatan Antam. Sepanjang paruh pertama 2026, segmen ini menyumbang Rp 50,39 triliun. Jumlah tersebut menjadi penopang terbesar dari total pendapatan perseroan yang mencapai Rp 62,71 triliun, dengan laba bersih Rp 6,91 triliun.
Arini menegaskan kinerja bisnis emas memberi kontribusi positif bagi Antam pada semester I 2026. Ke depan, perseroan akan mencermati dinamika pasar dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis. Penguatan rantai pasok, kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan pasar menjadi fokus yang disebutnya.
"Kinerja bisnis emas memberikan kontribusi positif bagi ANTAM pada semester I 2026. Ke depan, kami akan terus mencermati dinamika pasar dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis, termasuk melalui penguatan rantai pasok, kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan pasar," jelas dia.
Selain emas, Antam terus menggerakkan lini nikel dan bauksit. Produksi bijih nikel tercatat 7,78 juta wet metric ton (wmt) dengan volume penjualan sekitar 6,77 juta wmt pada semester I 2026.
Di lini bauksit, perseroan memperkuat integrasi dari pertambangan hingga produk alumina. Antam memiliki tambang bauksit di Tayan serta fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) dengan kapasitas terpasang 300 ribu ton per tahun.
"Pada saat yang sama, ANTAM terus mengoptimalkan portofolio nikel dan bauksit untuk memperkuat diversifikasi bisnis Perseroan," ucap Arini.
Langkah ekspansi di Gresik menegaskan arah Antam memperkuat hilirisasi logam mulia di dalam negeri. Jika rampung sesuai proyeksi, fasilitas itu berpotensi mengubah lanskap pasokan emas investasi nasional yang selama ini masih bergantung pada kapasitas produksi terbatas.