KALIMANTAN UTARA — Keputusan ini merupakan wujud apresiasi kepada pemegang saham. Manajemen menegaskan pembagian dilakukan secara terukur dengan tetap menjaga kecukupan modal, likuiditas, dan ruang pertumbuhan usaha.
Dengan tambahan dividen interim ini, total nilai dividen yang dibagikan Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Jumlah tersebut menggabungkan dividen untuk tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dengan dividen interim tahun buku 2026 yang baru saja ditetapkan.
Kepercayaan diri manajemen tidak muncul tanpa alasan. Secara bank only, penyaluran kredit hingga Agustus 2026 tumbuh 17,6 persen secara tahunan menjadi Rp1.592 triliun. Pertumbuhan ini ditopang Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat di angka yang sama, yaitu 17,6 persen, menjadi Rp1.687 triliun.
Total aset pun ikut menguat. Hingga periode yang sama, aset Bank Mandiri mencapai Rp2.358 triliun, tumbuh 20,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih bahkan melesat 22,3 persen menjadi Rp37,5 triliun.
Pertumbuhan yang agresif ternyata tidak mengorbankan kesehatan bank. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross terjaga di level 1,00 persen. Artinya, ekspansi bisnis tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menjelaskan keputusan ini ditopang kinerja keuangan yang solid serta posisi permodalan dan likuiditas yang memadai. Menurutnya, kondisi tersebut memberi ruang bagi perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham tanpa mengorbankan kapasitas pertumbuhan bisnis ke depan.
“Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel. Keputusan ini kami lakukan secara terukur dengan memastikan fundamental, kecukupan modal, likuiditas, dan rasio keuangan tetap terjaga serta ruang pertumbuhan bisnis tetap memadai,” ujar Novita dalam keterangan resminya.
Bagi investor ritel, pembagian dividen interim ini menjadi kabar baik karena memberikan kepastian imbal hasil di tengah volatilitas pasar. Langkah serupa juga kerap dilakukan bank-bank besar lain untuk menjaga loyalitas pemegang sahamnya.
Dengan fundamental yang solid dan pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri, Bank Mandiri menunjukkan posisinya sebagai salah satu motor intermediasi keuangan nasional. Keputusan dividen ini sekaligus menjadi penanda bahwa likuiditas perbankan tetap longgar untuk mendorong ekspansi usaha.