Polisi Siram 5.000 Liter Air ke Jalanan Berdebu di Bulungan, Imbau Pengendara Jaga Jarak

Penulis: Naufal Aditama  •  Selasa, 08 September 2026 | 11:46:01 WIB
Petugas Direktorat Samapta Polda Kalimantan Utara menyiram ruas jalan berdebu di Kabupaten Bulungan menggunakan kendaraan taktis AWC, Senin (07/09/2026).

BULUNGAN — Personel Direktorat Samapta Polda Kalimantan Utara mengerahkan satu unit Rantis AWC untuk menyiram ruas jalan yang kering dan berdebu di wilayah hukum Kabupaten Bulungan, Senin (07/09/2026). Operasi penyiraman yang dimulai pukul 13.00 WITA ini membawa 5.000 liter air dan dikawal satu unit kendaraan patroli R4.

Rute penyiraman mencakup Jl. Sengkawit, Jl. Katamso, Jl. Jenderal Soedirman, Jl. Sutoyo, Jl. M.T. Haryono, dan Jl. Skip 1. Konvoi kemudian kembali melalui Jl. Katamso dan Jl. Sengkawit hingga tiba di Mako Polda Kaltara.

Imbauan ke Pengendara Saat Konvoi Berlangsung

Selama penyiraman berlangsung, personel patroli R4 menyampaikan imbauan melalui pengeras suara. Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman saat melintas di sekitar kendaraan AWC yang tengah bertugas.

Langkah ini diambil menyusul kondisi cuaca panas yang membuat sejumlah ruas jalan kering serta berdebu. Debu yang beterbangan dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Wujud Pelayanan Polri yang Humanis

Kegiatan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi masyarakat. Seluruh rangkaian aksi berjalan aman, tertib, dan lancar sebagai bagian dari pelayanan Polri yang humanis, responsif, dan Presisi kepada masyarakat.

Penyiraman jalan merupakan salah satu bentuk respons cepat kepolisian terhadap keluhan warga akan debu di musim kemarau. Langkah serupa sebelumnya juga dilakukan di sejumlah daerah di Kalimantan Utara ketika ruas jalan utama mengalami kekeringan.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top