Laba Pupuk Indonesia Melonjak Jadi Rp 8,51 Triliun, Efisiensi Jadi Kunci

Penulis: Mirza Fachri  •  Selasa, 08 September 2026 | 09:21:01 WIB
Laba bersih Pupuk Indonesia melonjak 252,8 persen secara tahunan menjadi Rp 8,51 triliun pada semester pertama 2026.

KALIMANTAN UTARA — Lonjakan laba ini setara pertumbuhan 252,8 persen secara tahunan. Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyoroti kinerja BUMN pupuk tersebut dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026). Menurutnya, kenaikan keuntungan ini menarik karena terjadi saat harga pupuk justru diturunkan untuk rakyat.

"Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Efisiensi dan Transformasi Bisnis

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, pencapaian ini bukan berasal dari kenaikan harga jual. Perusahaan justru fokus pada transformasi bisnis menyeluruh, termasuk penerapan operational excellence dan cost leadership secara konsisten.

"Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara, transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan," kata Rahmad. Ia optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Strategi efisiensi menjadi motor utama pertumbuhan. Pupuk Indonesia memperluas sumber pasokan bahan baku dan memperbaiki skema kontrak untuk meredam volatilitas harga komoditas global. Diversifikasi juga dilakukan dengan memperkuat segmen non-subsidi dan produk non-pupuk.

Pendapatan dan EBITDA Ikut Terdongkrak

Kinerja keuangan perusahaan tumbuh di berbagai lini. Pendapatan mencapai Rp 59,67 triliun pada Januari-Juni 2026, naik 51 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. EBITDA juga melesat 140 persen menjadi Rp 14,28 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang peningkatan volume produksi dan efisiensi biaya operasional. Transformasi mencakup operational dan digital excellence, penataan holding business, hingga penguatan bisnis komersial.

Revitalisasi Pabrik dan Pasar Global

Penguatan kas perusahaan membuka ruang investasi lebih besar. Pupuk Indonesia berencana merevitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan, sejalan arahan Danantara untuk mengoptimalkan portofolio aset BUMN.

Saat ini kapasitas produksi nasional perusahaan mencapai 14,8 juta ton per tahun. Optimalisasi aset dinilai penting untuk menjaga biaya produksi tetap kompetitif sekaligus memanfaatkan peluang pasar global.

Bisnis Baru di Luar Pupuk

Pupuk Indonesia juga menyiapkan sumber pertumbuhan segar lewat diversifikasi. Dalam beberapa tahun mendatang, perusahaan mengembangkan bisnis metanol dan turunannya, clean ammonia, serta industrial support.

Langkah ini dirancang mengurangi ketergantungan pada siklus bisnis pupuk. Pengembangan clean ammonia sekaligus menjadi cara perusahaan menangkap peluang transisi menuju industri rendah emisi, sehingga transformasi tidak hanya berhenti pada perbaikan kinerja keuangan semata.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top