KALIMANTAN UTARA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tektonik ini tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, getarannya terasa nyata oleh warga Kabupaten Manggarai pada skala intensitas III MMI.
Skala III MMI berarti getaran dirasakan di dalam rumah seperti ada truk berlalu. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Berdasarkan data resmi BMKG, episenter gempa berada di koordinat laut dengan kedalaman tertentu. Titik pusatnya berjarak 57 kilometer arah utara dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.
Parameter ini merupakan hasil analisis cepat BMKG. Data dapat berubah seiring kelengkapan informasi dari stasiun pemantau.
BMKG mengeluarkan arahan konkret bagi masyarakat pasca-gempa. Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat getaran.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," demikian imbauan tertulis BMKG.
Lembaga tersebut menegaskan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya terkait gempa susulan maupun tsunami. Selalu rujuk pada informasi resmi dari BMKG.
Ketika getaran mereda, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang kekuatannya biasanya lebih kecil. Evakuasi ke lapangan terbuka tetap disarankan bagi mereka yang berada di dalam bangunan bertingkat.
Pemerintah daerah setempat diharapkan segera memverifikasi kondisi infrastruktur, terutama fasilitas publik dan rumah tinggal di zona dekat episenter. Laporan kerusakan, jika ada, akan menjadi bahan evaluasi untuk langkah tanggap darurat lebih lanjut.