KALIMANTAN UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,09 persen ke posisi 6.667 pada perdagangan Selasa lalu. Penguatan ini disertai munculnya volume pembelian yang menandakan minat beli investor mulai kembali masuk ke pasar, sekaligus membawa indeks mendekati area target kenaikan sebelumnya.
Secara teknikal, pergerakan IHSG kini mulai menutup area gap yang sempat terbentuk. Posisi indeks diperkirakan berada pada bagian dari wave v dari wave ©, sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka pada sesi perdagangan hari ini. Area terdekat yang perlu ditembus berada di kisaran 6.681 hingga 6.714.
Kendati demikian, laju kenaikan yang sudah terjadi turut membuka ruang koreksi jangka pendek. Area 6.649-6.669 menjadi zona yang perlu diwaspadai; selama tekanan jual belum membawa IHSG turun melewati level tersebut, peluang melanjutkan penguatan tetap terjaga.
Munculnya volume pembelian menjadi katalis utama di balik reli kemarin. Ditambah mulai tertutupnya area gap, kondisi ini memberikan sinyal bahwa tekanan jual yang sempat mendominasi mulai mereda. Indeks berpotensi bergerak fluktuatif hari ini, tetapi bias tetap mengarah ke atas selama support jangka pendek tidak ditembus.
Bank Mandiri (BMRI) juga patut dicermati. Saham pelat merah ini menguat 2,29 persen ke 4.460 dan masih didominasi volume pembelian. Posisi BMRI diperkirakan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c]. Strategi yang direkomendasikan adalah Buy on Weakness pada kisaran 4.390-4.430, dengan target harga masing-masing di 4.510 dan 4.590. Batas risiko berada di bawah level 4.320.
BNBR justru ditutup terkoreksi tipis 0,99 persen ke posisi 100 pada perdagangan sebelumnya. Namun, koreksi tersebut disertai munculnya volume pembelian, sementara harga masih bertahan di atas cluster MA20 dan MA60. Secara teknikal, BNBR diperkirakan berada pada bagian dari wave [d] dari wave B dalam pola triangle. Saham ini tetap masuk radar dengan strategi Trading Buy di area 98-100. Target harga berada di 105 dan 109, dengan stoploss ditempatkan di bawah 97.
CDIA, emiten milik Chandra Asri, naik 1,45 persen ke 700 dengan volume pembelian yang muncul dan harga bertahan di atas MA20. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan Buy on Weakness pada area 675-695, dengan target harga di 745 dan 785. Batas risiko apabila harga terkoreksi turun di bawah level 655.
Level support ICBP berada di 7.150, sedangkan resistance di 7.650. Investor perlu mencermati level 7.150; penembusan ke bawah support tersebut menjadi batas yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu koreksi lebih dalam.
Sementara itu, ADRO memiliki proyeksi melanjutkan reli menuju 2.950 apabila support minor 2.620 tetap bertahan. Technical Analyst Binnartha Sekuritas Ivan Rosanova memberikan rekomendasi hold dengan support di 2.620 dan resistance di 2.940. Indikator MACD berada dalam kondisi netral, menunjukkan belum ada sinyal arah yang kuat.
Investasi mengandung risiko. Seluruh rekomendasi di atas merupakan analisis teknikal jangka pendek dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor setelah mempertimbangkan profil risikonya. (*)