Timnas Indonesia U-20 Ditahan Malaysia 0-0, Syarat Lolos ke Piala Asia Kian Rumit

Penulis: Lendra Saputra  •  Selasa, 01 September 2026 | 22:10:01 WIB
Timnas Indonesia U-20 bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga perdana Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 di Vientiane, Kamis (3/9/2026).

KALIMANTAN UTARA — Hasil imbang itu tercatat di New Laos National Stadium, Vientiane, Kamis (3/9/2026). Di partai yang berlangsung bersamaan, Australia U-20 menekuk Laos 1-0. Konsekuensinya, Indonesia turun ke peringkat dua dengan satu angka, tertinggal dua poin dari Australia di puncak klasemen.

Tekanan realistisnya justru datang dari aturan di luar lapangan. Federasi sepak bola Asia (AFC) harus mengakomodasi pengunduran diri Filipina di Grup A. Akibatnya, poin yang diraih tim runner-up terbaik melawan juru kunci klasemen akhir bakal dihapus dari perhitungan.

Ini bukan sekadar catatan kaki. Bagi Indonesia, aturan itu berpotensi menggerus poin yang bisa dikumpulkan nanti. Jika Garuda Muda menutup fase grup sebagai runner-up, hasil melawan tim peringkat keempat tidak dihitung. Dengan laga melawan Laos dan Australia, peluang meraih tiket via jalur itu makin sempit.

Aturan Mundurnya Filipina Bikin Poin Lawan Laos Terbuang Percuma?

Dari 44 negara peserta, hanya juara Grup A-H dan tujuh runner-up terbaik yang lolos ke putaran final di China. Pengunduran diri Filipina membuat Grup A hanya dihuni tiga tim. AFC lantas memutuskan hasil kontra peringkat keempat tidak berlaku untuk klasemen runner-up.

Regulasi ini membuat kemenangan atas Laos bisa sia-sia bagi kalkulasi runner-up, kecuali Laos bukan juru kunci klasemen akhir. Situasi itu sangat sulit diprediksi karena Australia dan Malaysia pun sama-sama akan menghadapi tuan rumah. Skenario paling aman yang tersisa hanyalah menjuarai Grup H.

Klasemen Sementara: Tekanan Langsung ke Pundak Nova Arianto

Australia U-20 sementara memimpin dengan tiga poin. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi satu angka, tapi Garuda Muda unggul produktivitas untuk duduk di posisi dua. Laos menjadi satu-satunya tim tanpa poin setelah takluk dari Australia.

Posisi aman itu tak bertahan lama, karena pada matchday sebelumnya Indonesia diharuskan menang besar. Skuad asuhan Nova Arianto sadar bahwa selisih gol bisa menjadi penentu ketika perhitungan runner-up terbaik dimulai. Tekanan untuk meraih tiga angka di laga kedua pun menjadi harga mati.

Dua Laga Penentu Setelah Hasil Imbang di Laga Pembuka

Timnas Indonesia U-20 akan menghadapi Laos pada Kamis (3/9/2026) atau tiga hari setelah laga pembuka, lalu berjumpa Australia tiga hari berselang. Dua pertandingan itu menutup seluruh perjalanan Garuda Muda di babak kualifikasi.

Melawan Laos, Indonesia jelas diunggulkan. Namun laga pamungkas menghadapi Australia akan menentukan segalanya. Australia datang dengan modal kepercayaan diri berkat kemenangan di laga perdana.

Menyapu bersih dua laga tersisa bukan sekadar target ideal — itulah satu-satunya skenario yang membuat Indonesia lolos tanpa bergantung pada perhitungan rumit ruang pengawas. Menaklukkan Laos dan Australia berarti mengunci posisi juara grup. Hasil apa pun di bawah itu, peluang Garuda Muda tinggal menunggu belas kasihan hasil tim lain.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top