TARAKAN — Politisi Partai Golkar itu memanfaatkan forum peringatan Maulid Nabi yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Pribadi yang Lebih Baik” untuk menegaskan langkah preventif. Asrin menyebut peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat krusial dalam membentengi lingkungan dari dampak negatif isu tersebut.
“Tentu dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad ini, kami berpesan kepada warga masyarakat terkait apa yang menjadi keinginan dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemarin. Tentu itu yang kami sampaikan nanti mengenai penanganan dan pencegahan masalah LGBT yang marak di wilayah Tanjung Pasir ini,” tegasnya.
Asrin menuturkan, acara yang dihadiri warga dari lima RT di Tanjung Pasir (RT 17, 18, 19, 20, dan 21) ini menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan sosial. Ia berharap ada tindak lanjut nyata dari para pemuka masyarakat setelah mendengar arahan tersebut.
“Ini menjadi masukan kami terhadap tokoh masyarakat maupun tokoh agama yang nanti berkumpul. Kami sampaikan bagaimana ke depan kita segera melakukan penanganan dan pencegahan untuk masalah LGBT ini. Ini momentum yang tepat untuk disampaikan,” tambah Anggota DPRD Kota Tarakan dari Dapil II Tarakan Timur.
Lebih dari sekadar forum sosialisasi, peringatan Maulid Nabi di Masjid Baiturrohim merupakan tradisi tahunan yang terus dilestarikan warga. Asrin menekankan kegiatan ini bertujuan memperkuat kerukunan umat Islam sekaligus menjaga kekompakan warga pesisir.
“Peringatan ini dilaksanakan setiap tahun di Masjid Baiturrohim. Tentu harapan kami ke depan, kegiatan ini dapat memperkuat kerukunan beragama, khususnya umat Islam, serta menyatukan dan memberikan kekompakan bagi warga masyarakat di wilayah pesisir ini,” ujar Asrin.
Kegiatan yang menghadirkan Ustadz Ahmad Siddiq sebagai penceramah itu berlangsung semarak. Asrin mengapresiasi tingginya partisipasi warga yang datang membawa bingkisan khas Maulid seperti telur hias, yang menjadi ciri khas perayaan tahunan di wilayah tersebut.
“Saya melihat antusias warga sangat luar biasa. Perayaan ini sudah menjadi tradisi kita setiap tahun, di mana warga diimbau membawa berbagai bingkisan seperti telur dan tradisi lainnya. Insya Allah melalui momentum nilai keteladanan Nabi dan kebersamaan ini, persoalan sosial di lingkungan kita bisa teratasi bersama,” pungkasnya.