TANJUNG SELOR — Pergerakan wisatawan domestik di Kalimantan Utara menguat pada Juni 2026. Kepala BPS Kaltara Mustaqim mengungkapkan, kenaikan terjadi di seluruh daerah tujuan, baik kabupaten maupun kota, dengan total mencapai 152.956 perjalanan.
Angka tersebut bertambah 11.403 perjalanan dibandingkan Mei 2026. Namun, jika dibandingkan dengan Juni 2025 yang menembus 153.302 perjalanan, realisasi tahun ini masih sedikit di bawah capaian tahun lalu.
Secara kumulatif, Tarakan masih mendominasi dengan 49.059 perjalanan. Disusul Bulungan yang mencatatkan 44.555 perjalanan, kemudian Nunukan 22.393 perjalanan, Tana Tidung 19.093 perjalanan, dan Malinau 17.856 perjalanan.
Kendati jumlahnya paling besar, pertumbuhan bulanan Tarakan hanya 8,32 persen. Nunukan justru melesat paling tinggi dengan pertumbuhan 17,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 19.025 menjadi 22.393 perjalanan.
“Dari sisi jumlah, Tarakan masih menjadi daerah yang paling banyak dikunjungi wisnus. Pergerakan menuju kota tersebut mencapai 49.059 perjalanan, disusul Bulungan dengan 44.555 perjalanan,” sebut Mustaqim dalam rilis resminya.
Kabupaten Tana Tidung mencatatkan kenaikan 3,66 persen menjadi 19.093 perjalanan pada Juni 2026. Sementara itu, Malinau bertumbuh paling rendah secara bulanan, hanya 1,24 persen dengan total 17.856 perjalanan.
Bulungan menempati posisi kedua dengan pertumbuhan 8,19 persen. Angka ini sejalan dengan tren positif yang terjadi di Tarakan dan Nunukan pada periode yang sama.
Jika dibandingkan dengan Juni tahun sebelumnya, pola pergerakan wisnus justru menunjukkan cerita berbeda. Tarakan menjadi satu-satunya daerah dengan penurunan signifikan, minus 8,63 persen secara tahunan.
Kondisi sebaliknya terjadi di Nunukan yang tumbuh 11,16 persen dibandingkan Juni 2025. Tana Tidung juga mencatatkan pertumbuhan tahunan solid sebesar 7,34 persen, disusul Malinau 3,17 persen, dan Bulungan yang hanya tumbuh tipis 0,42 persen.
“Perbedaan itu terutama terlihat di Tarakan. Jumlah perjalanan ke kota tersebut turun 8,63 persen dibandingkan Juni tahun sebelumnya. Sebaliknya, Nunukan mencatat pertumbuhan tahunan paling tinggi sebesar 11,16 persen,” jelasnya.
Mustaqim menambahkan, kenaikan perjalanan wisnus menjadi salah satu indikator aktivitas mobilitas domestik yang berkaitan dengan pergerakan ekonomi daerah. Hal ini terutama berdampak pada sektor transportasi, perdagangan, akomodasi, dan jasa di Kalimantan Utara.
“Kenaikan perjalanan wisnus menjadi salah satu indikator aktivitas mobilitas domestik yang turut berkaitan dengan pergerakan ekonomi daerah. Khususnya sektor transportasi, perdagangan, akomodasi dan jasa,” pungkasnya.