TANJUNG SELOR — Puluhan siswa SMK di Tanjung Selor mendapat pelatihan khusus dari mentor fashion profesional untuk mengasah keterampilan merancang dan menjahit. Mereka adalah talenta muda yang sebelumnya lolos seleksi Lomba Fashion Design dan kini dibina langsung oleh Fomalhaut Zamel serta Ade Suhanda.
Wakil Ketua Harian Dekranasda Kaltara, Sipta Meylina Denny Harianto, menegaskan program ini bukan sekadar transfer keterampilan teknis. Menurutnya, pembinaan berkelanjutan diperlukan agar kreativitas generasi muda bertransformasi menjadi peluang usaha nyata.
Kaltara memiliki kekayaan wastra yang melimpah, mulai dari batik hingga tenun khas daerah. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana mengolah warisan budaya tersebut agar relevan dengan selera generasi sekarang.
"Budaya lokal kita memiliki potensi besar. Tantangannya adalah bagaimana mengolahnya menjadi karya yang kreatif, modern, dan relevan dengan generasi sekarang," kata Sipta membacakan sambutan tertulis Ketua Dekranasda Kaltara, Rahmawati Zainal.
Para peserta tidak hanya dituntut menguasai teknik desain dan pola, tetapi juga dibekali pola pikir bisnis. Dekranasda berharap para siswa berani menjadikan kreativitas sebagai sumber penghasilan setelah lulus sekolah.
Kolaborasi antara Dekranasda, KPwBI, dan Disperindagkop ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di wilayah perbatasan. Industri fashion dinilai sebagai salah satu sektor yang mampu menyerap tenaga kerja muda sekaligus mempromosikan identitas daerah.
Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan fashion designer andal dari Bumi Benuanta. Para peserta nantinya dipersiapkan untuk membawa identitas Kaltara ke ajang nasional hingga internasional.
Kegiatan yang berlangsung di SMKN 1 Tanjung Selor ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjembatani pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri kreatif. Sekolah menengah kejuruan diharapkan menjadi pabrik talenta yang siap bersaing di pasar global.