KALIMANTAN UTARA — Genesis mengonfirmasi bahwa GV80 Hybrid akan meluncur di pasar Amerika Serikat. Seorang perwakilan Genesis menyatakan detail lebih lanjut, termasuk waktu peluncuran, akan dibagikan "akhir tahun ini". Model ini dijadwalkan mulai dijual tahun depan.
Sistem hybrid ini menempatkan tenaganya di antara dua pilihan mesin GV80 nonhybrid yang sudah ada. Posisinya pas di antara mesin 2.5 liter turbo bertenaga 300 hp dan mesin 3.5 liter V6 twin-turbo bertenaga 375 hp.
Klaim pabrikan, konsumsi bahan bakarnya 25 persen lebih hemat dibanding GV80 bermesin 2.5 liter nonhybrid. Jika mengacu pada angka EPA untuk GV80 2.5T yang tercatat 22 mpg, maka varian hybrid ini diperkirakan mampu menembus angka 27 mpg.
Secara tampilan, GV80 Hybrid nyaris identik dengan versi standar. Perbedaannya hanya pada desain grille dan pelek yang baru.
Genesis menyematkan fitur Stay mode yang memungkinkan seluruh fungsi kendaraan berjalan menggunakan baterai saat mobil diam. Mesin bensin tidak akan menyala meski pengemudi duduk di dalam kabin dalam waktu lama.
Ada pula mode berkendara yang secara otomatis menyesuaikan level pengereman regeneratif. Sistem ini membaca data navigasi dan jarak aman dengan kendaraan di depan untuk mengoptimalkan pengisian daya baterai.
Kehadiran GV80 Hybrid memberi Genesis pesaing baru di segmen SUV mewah hibrida. Namun, kompetitornya seperti Volvo XC90, BMW X5, dan Mercedes-Benz GLE-class mayoritas menawarkan sistem plug-in hybrid, bukan hybrid konvensional seperti yang dipakai GV80 ini.
Genesis belum mengonfirmasi apakah GV80 Hybrid akan ditawarkan dalam konfigurasi penggerak roda belakang saja atau juga all-wheel drive di pasar Amerika. Saat ini, GV80 2.5T nonhybrid memang tersedia dalam varian RWD di sana.