KALIMANTAN UTARA — Pasar turntable kelas atas memang didominasi produk dengan banderol belasan hingga puluhan juta rupiah. Fluance mencoba menembus segmen itu lewat RT87, piringan hitam referensi yang dibanderol di bawah US$1.000.
Untuk pasar Indonesia, harga tersebut memang masih jauh dari kata murah. Namun dibanding kompetitor seperti Rega Planar 3 RS yang harganya jauh di atasnya, RT87 menawarkan spesifikasi dan kualitas build yang sulit ditandingi di rentang harganya.
RT87 hadir dalam tiga pilihan warna: Natural Walnut, Piano Black, dan White. Bobotnya mencapai 21 pon atau sekitar 9,5 kilogram, jadi pastikan meja HiFi Anda cukup kokoh sebelum menaruhnya.
Desain dual plinth menjadi daya tarik utama. Dua lapis bodi yang terpisah ini bekerja sama dengan kaki peredam getaran untuk memblokir resonansi sebelum mencapai stylus. Hasilnya, jarum tetap stabil di alur rekaman meski Anda bergerak aktif di dekatnya.
Detail kecil juga mendapat perhatian. Lubang sekrup tertutup karet agar tidak terlihat dari platter frosted, dan kontrol di bodi sengaja dibuat minimalis—hanya tombol kecepatan yang sekaligus berfungsi sebagai saklar daya.
Karakter suara RT87 cenderung hidup dan detail, bukan hangat dan membulat. Panggung suara terasa lebar dan besar, dengan low-end yang tegas tetapi tidak mendominasi.
Pengujian menggunakan preamp iFi yang terhubung ke amplifier Cambridge Audio EXA100 dan speaker Focal Vestia No. 3 menunjukkan kemampuan RT87 mereproduksi gitar distorsi yang tajam dari album "Survival of the Sickest" milik Bloodbath. Vokal Dua Lipa juga terdengar jernih dengan separasi instrumen yang baik.
Memang, turntable seharga puluhan juta seperti Technics SL13000G masih terdengar lebih baik. Namun dalam rentang selisih harga Rp 5–8 juta dari RT87, sulit menemukan pesaing dengan kualitas suara setara.
RT87 tidak punya preamp internal. Anda wajib membeli phono preamp terpisah dan menyambungkannya ke amplifier atau speaker aktif. Ini biaya tambahan yang perlu masuk kalkulasi.
Fitur lainnya juga sangat manual. Anti-skate masih menggunakan pemberat sederhana yang kadang terlepas saat tonearm digerakkan, dan counterweight berada di tabung logam yang terasa kurang kokoh. Fitur auto-stop sebaiknya dimatikan karena tidak ada mekanisme pengangkat tonearm—jarum akan terjebak di run-out groove jika dibiarkan.
Pemasangan awal juga butuh kesabaran. Anda harus melepas sekrup transportasi, memasang belt ke pulley motor, menyeimbangkan tonearm, dan memasang cartridge. Proses ini standar untuk turntable kelas ini, tapi pemula mungkin perlu menonton tutorial di YouTube dulu.
Fluance RT87 adalah pilihan tepat bagi pengguna yang sudah memiliki phono preamp atau bersedia menganggarkan dana tambahan untuk membelinya. Dengan harga US$799, piringan hitam ini memberikan kualitas suara dan konstruksi yang membuat harganya terasa sepadan.
Bagi audiophile di Indonesia, RT87 layak masuk daftar pertimbangan jika mencari turntable referensi tanpa harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah. Kekurangan kecil seperti anti-skate manual dan setup yang rumit tidak mengurangi nilai keseluruhan produk ini.