NUNUKAN — Jauh di kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan, hutan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) Wilayah Long Bawan menyimpan kekayaan hayati yang tidak mudah ditemukan di tempat lain. Wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Long Bawan ini menjadi habitat bagi berbagai satwa liar dan tumbuhan endemik dengan nilai konservasi tinggi.
Data pemantauan SPTN Wilayah I Long Bawan mencatat sedikitnya 14 jenis satwa yang masuk daftar dilindungi berdasarkan Permen LHK Nomor P.106 Tahun 2018. Beruang madu, binturong, kuau raja, kucing batu, hingga macan dahan Kalimantan menjadi sebagian dari daftar panjang tersebut.
Salah satu fauna yang menarik perhatian adalah lutung banggat (Presbytis hosei), primata endemik Pulau Borneo yang habitat alaminya berada di hutan tropis. Keberadaannya menjadi penanda pentingnya menjaga ruang hidup satwa di kawasan ini.
Selain lutung banggat, kuau raja (Argusianus argus) juga menjadi perhatian tim patroli TNKM. Identifikasi jenis burung ini dimulai sejak 2021, kemudian dilanjutkan dengan monitoring khusus pada 2022 untuk mengetahui pola sebarannya. Keberadaan kuau raja bisa dikenali dari perjumpaan langsung, suara khas, bekas sarang, hingga helai bulu yang menjadi ciri khasnya.
Kekayaan TNKM tidak hanya berupa satwa. Di dataran tinggi bagian utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia, tumbuh Rafflesia pricei, flora endemik yang menjadi salah satu kekayaan tumbuhan penting di kawasan konservasi ini.
Balai TNKM memberikan perhatian khusus pada perlindungan Rafflesia pricei. Kolaborasi dengan masyarakat adat setempat menjadi kunci pengawasannya. Sejumlah pemuda desa di sekitar habitat dilibatkan untuk melakukan pengamatan rutin sekaligus mencegah kerusakan habitat.
Kawasan SPTN Wilayah I Long Bawan juga menjadi rumah bagi satwa dengan tingkat ancaman konservasi berbeda, dari status Critically Endangered (CR), Endangered (EN), Vulnerable (VU), hingga Least Concern (LC).
Trenggiling (Manis javanica) menjadi perhatian khusus karena berstatus Critically Endangered atau kritis. Status tersebut menunjukkan risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam, sekaligus menegaskan pentingnya keberadaan habitat yang aman bagi kelangsungan hidupnya.
Macan dahan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis) juga menghuni kawasan ini. Kucing liar yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan ini berperan sebagai predator yang menjadi bagian penting dari struktur ekologis hutan.
Kepala SPTN Wilayah I Long Bawan, Hery Gunawan, S.Hut., mengatakan keberadaan satwa dilindungi seperti trenggiling, beruang madu, binturong, kuau raja, rusa, dan macan dahan Kalimantan menunjukkan hutan di wilayah kerjanya masih memiliki fungsi penting sebagai habitat berbagai jenis satwa.
"Bagi kami di tingkat tapak, keberadaan satwa dilindungi seperti trenggiling, beruang madu, dan macan dahan Kalimantan adalah indikator bahwa ekosistem hutan di perbatasan ini masih sehat," ujarnya.
Wilayah kerja SPTN Wilayah I Long Bawan terbagi menjadi dua unit pengelola, yakni Resort Krayan yang mengakomodasi lima kecamatan dan Resort Lumbis yang mencakup Kecamatan Lumbis Hulu. Bentang alam tersebut menjadi ruang hidup bagi beragam satwa di ekosistem hutan pegunungan dan kawasan perbatasan.