TARAKAN — Nasib 492 lowongan kerja yang ditawarkan dalam Job Fair Tarakan beberapa waktu lalu masih belum jelas. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Tarakan mengaku belum satu pun perusahaan peserta yang menyampaikan laporan akhir mengenai jumlah tenaga kerja yang benar-benar diterima.
Kepala Disperinaker Kota Tarakan, Agus Sutanto, menyatakan pihaknya masih menunggu feedback dari perusahaan. Meski begitu, sejumlah perusahaan sudah bergerak ke tahap seleksi lebih lanjut.
“Sampai saat ini memang belum ada feedback, laporan dari perusahaan yang kemarin, tetapi ada sebagian yang sudah melaksanakan rekrut wawancara,” ungkapnya, Selasa (18/7/2026).
Dua ritel modern, Hypermart dan Indomaret, menjadi yang terdepan dalam proses seleksi. Hypermart tercatat menerima sekitar 500 berkas lamaran, namun hanya sekitar 300 pelamar yang dipanggil mengikuti wawancara.
“Hypermart itu kemarin yang melaporkan yang memasukkan berkas kurang lebih 500-an, tetapi yang diseleksi wawancara ada 300-an,” beber Agus.
Dari proses tersebut, kebutuhan tenaga kerja Hypermart untuk operasional di Tarakan hanya sekitar 42 hingga 45 orang. Artinya, persaingan pelamar cukup ketat dengan rasio hampir 1:10.
“Yang akan diterima nanti kan 42 atau 45 kemarin,” terangnya.
Kondisi serupa terjadi di Indomaret. Perusahaan jaringan minimarket itu menerima lebih dari 500 berkas pelamar, dan sekitar 300 orang di antaranya telah menjalani wawancara di sejumlah lokasi, termasuk kantor perusahaan.
“Untuk Indomaret kemarin dilaporkan yang memasukkan lamaran 500-an lebih, tetapi yang ikut seleksi wawancara 300-an,” lanjutnya.
Ketiadaan laporan ini membuat pemerintah kota tidak bisa memastikan berapa banyak formasi yang terisi dari total 492 lowongan yang ditawarkan. Padahal, data tersebut penting untuk mengevaluasi efektivitas Job Fair sebagai instrumen penyerapan tenaga kerja lokal.
“Dari formasi yang lowong ini sampai sekarang belum ada yang melaporkan,” tegasnya.
Agus menekankan bahwa tingginya jumlah pelamar dan berlangsungnya proses wawancara belum otomatis menjamin seluruh formasi terpenuhi. Pihaknya membutuhkan data final dari perusahaan untuk mengukur keberhasilan kegiatan tersebut.
“Yang terpenuhi laporannya? Ini belum ada,” ujarnya.
Dengan belum adanya laporan tersebut, Disperinaker belum dapat merilis angka pasti penyerapan tenaga kerja dari Job Fair Tarakan 2026. Pemerintah masih menunggu perusahaan menyampaikan hasil akhir rekrutmen sebagai bahan evaluasi kegiatan.
“Sampai saat ini memang belum ada feedback, laporan dari perusahaan yang kemarin,” pungkasnya.