KALIMANTAN UTARA — Peringatan kemerdekaan tahun ini tidak sekadar seremonial bagi insan Pelindo. Di tengah dinamika geopolitik dan perubahan pola perdagangan global, perusahaan pelat merah ini menegaskan peran strategisnya sebagai penjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Boby Rubyanto dalam amanatnya menekankan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata. Kedaulatan tidak hanya soal menjaga wilayah, tetapi juga kemampuan bangsa menentukan arah perekonomiannya sendiri.
Pelabuhan nasional menjadi ujung tombak strategi ini. Menurut Boby, setiap kapal yang dilayani dan barang yang dibongkar-muat adalah bagian dari upaya menghubungkan wilayah Indonesia serta memastikan arus barang dikelola melalui infrastruktur dalam negeri.
"Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada keselamatan manusia," tegasnya di hadapan jajaran manajemen dan karyawan Pelindo Group.
Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, konektivitas menjadi kunci pemerataan pembangunan. Pelindo tidak hanya dituntut mengembangkan pelabuhan besar, tetapi juga menjaga pelabuhan kecil dan perintis di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan.
Kehadiran Pelindo Regional 4 Sorong menjadi vital bagi Papua Barat Daya. Penguatan layanan kepelabuhanan di kawasan timur Indonesia diharapkan mampu menekan kesenjangan biaya logistik antardaerah yang selama ini menjadi tantangan besar.
Standar keselamatan, kemudahan, dan mutu pelayanan disebut harus dirasakan merata, tidak hanya di pelabuhan besar Jawa atau Sumatra.
Pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar. Peningkatan produktivitas bongkar muat dan pengurangan waktu tunggu kapal disebut dapat menekan biaya logistik nasional serta meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Efek berganda pun diharapkan tumbuh di sekitar kawasan pelabuhan. Mulai dari perkembangan hinterland, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan UMKM yang semakin memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Di tengah persaingan antarpelabuhan dan koridor logistik global, Pelindo dituntut bergerak lebih cepat. Adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan keberlanjutan menjadi agenda yang tidak bisa ditawar.
Peringatan HUT ke-81 RI ini menjadi pengingat bahwa dari pelabuhan, konektivitas Nusantara dibangun. Dari Pelindo, roda ekonomi nasional digerakkan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.