TANJUNG SELOR — Lambang kehormatan berupa mandau, rompi adat, kalung, dan kopiah kini resmi melekat pada Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Agus Wijayanto. Pemberian atribut adat itu berlangsung saat kunjungan silaturahminya ke kediaman Ketua Umum Lembaga Adat Dayak (LAD) Kaltara, Drs. Henoch Merang, Sabtu (15/8/2026).
Momen ini bukan sekadar seremoni. Bagi masyarakat Dayak, pemberian perlengkapan adat merupakan simbol penghormatan tertinggi sekaligus pernyataan bahwa Irjen Pol. Agus Wijayanto telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar LAD Kaltara.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Kapolda datang didampingi Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf serta sejumlah pejabat utama Polda Kaltara. Kedatangannya kali ini memiliki makna khusus karena merupakan agenda "permisi" resmi pejabat baru kepada para tokoh adat.
Irjen Pol. Agus Wijayanto secara terbuka menyampaikan permohonan izin untuk bergabung dan menjadi bagian dari masyarakat Kaltara. Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata tugas institusi Polri, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
"Kaltara adalah rumah kita bersama. Menjaga keamanan dan keharmonisan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab yang kita jaga bersama melalui komunikasi, kebersamaan dan saling menghormati," ujar Kapolda dalam kesempatan tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum LAD Kaltara menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus mendukung kinerja Polda Kaltara. Dukungan ini difokuskan pada upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Silaturahmi ini menjadi penanda awal hubungan kerja antara kepolisian dan lembaga adat di Kalimantan Utara. Sinergi keduanya dinilai penting mengingat struktur sosial masyarakat Kaltara yang masih menjunjung tinggi peran tokoh adat dalam menyelesaikan persoalan di tingkat akar rumput.
Melalui pertemuan ini, diharapkan komunikasi antara Polri, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat semakin erat. Tujuannya jelas: menjaga persatuan serta mewujudkan Kaltara yang aman, damai, dan harmonis di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru.