KALIMANTAN UTARA — Aston Villa harus mengakui keunggulan PSG di Red Bull Arena, Salzburg, Rabu (12/2) dini hari WIB. Namun di balik kekalahan itu, satu nama mencuri perhatian: Brian Madjo. Penyerang kelahiran Enfield, London Utara, itu menjadi starter dan membayar kepercayaan Unai Emery dengan gol voli spektakuler di menit ke-45.
Gol itu tercipta setelah Madjo memenangi duel fisik melawan bek PSG, Willian Pacho, sebelum melepaskan tembakan voli ke tiang jauh. Ia pun mengukir namanya di buku rekor sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Super, menggeser catatan Patrick Kluivert yang bertahan 30 tahun.
Perjalanan Madjo menuju momen ini tidak mudah. Ia direkrut Aston Villa dari Metz pada Januari lalu dengan nilai transfer £10 juta, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-17. Regulasi FIFA mengenai transfer pemain di bawah umur membuatnya belum bisa dimainkan.
Villa sempat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan baru mendapat keputusan positif pekan lalu. Sebelumnya, Emery sempat ingin memainkan Madjo di akhir musim lalu. Staf pelatih bahkan menilai sang striker tidak akan dipinjamkan seperti pemain muda lainnya, mengingat ia direkrut sebagai pemain tim utama.
Madjo pun menjalani debutnya di Liga 1 Prancis saat usianya baru 16 tahun 217 hari.
Meski baru pertama tampil di panggung sebesar ini, Madjo tidak gentar menghadapi duet bek tengah PSG, Marquinhos dan Willian Pacho. Postur 6 kaki 4 inci (sekitar 193 cm) dan bobot mendekati 100 kg membuatnya sulit dijatuhkan. Beberapa kali ia memenangi duel udara dan melindungi bola dengan baik untuk melepaskan rekan setimnya.
Salah satu momen terbaik terjadi semenit sebelum golnya. Madjo dengan mudah membuang Pacho dari jalurnya untuk melepaskan Emi Buendía ke kotak penalti PSG. Pola permainan serupa juga terlihat saat Villa menghadapi BG Pathum United pekan lalu, ketika bek lawan jatuh setelah mencoba menghalau pergerakannya.
Bek senior Villa, Tyrone Mings, yang kerap berlatih melawan Madjo, memberikan pujian tinggi. "Dia lawan yang sulit dihadapi. Bobotnya sekitar 100 kg, dia pemain besar. Potensinya sangat tinggi," ujar Mings. "Dia sempat melewatkan beberapa peluang, tapi mencetak gol dari peluang yang paling sulit. Mentalitasnya luar biasa bisa melewati masa penantian panjang ini."
Kapten Villa, John McGinn, dan Amadou Onana bahkan sempat mengunggah tagar "#freemadjo" di media sosial saat proses banding berlangsung. McGinn menyebut masa sulit yang dijalani Madjo sepanjang tahun terakhir. "Pemain yang lahir di Inggris seharusnya bisa bermain di Inggris. Dia punya potensi menjadi striker luar biasa," kata McGinn.
Mings menambahkan bahwa Madjo banyak belajar dari dua penyerang senior di skuad Villa, Ollie Watkins dan Tammy Abraham. Watkins, yang baru kembali dari libur panjang, menjadi contoh kerja keras tanpa bola. "Manajer sangat menekankan pergerakan off the ball. Ollie adalah contoh terbaik untuk itu," ucap Mings.
Madjo, yang sempat tampil membela timnas Inggris U-17, meninggalkan lapangan dengan tepuk tangan meriah dari suporter Villa saat digantikan di menit ke-72. Dalam laga itu, ia mencatatkan 27 sentuhan dan enam percobaan tembakan. "Dia pemain yang rendah hati," tambah Mings. "Semoga gol ini memberinya kepercayaan diri untuk terus berkontribusi."