KALIMANTAN UTARA — Industri perangkat perekam AI memang sedang ramai. Berbagai bentuk hardware seperti kartu kredit digital, liontin, pin, hingga earbud transkripsi menjanjikan kemudahan mengubah rapat menjadi ringkasan. Sandbar datang dengan pendekatan berbeda melalui Stream, sebuah cincin privat yang dirancang khusus untuk menangkap ide-ide yang muncul di luar ruang rapat.
Pendanaan segar ini menjadi sinyal kepercayaan investor terhadap visi Sandbar. Putaran Seri A yang dipimpin Adjacent dan Kindred Ventures ini akan digunakan untuk mempercepat produksi dan pengembangan perangkat. Sebelumnya, startup ini telah mengantongi dana awal, sehingga total pendanaan yang berhasil dikumpulkan mencapai US$36 juta.
Mina Fahmi, Co-founder dan CEO Sandbar, meyakini banyak produk voice hardware sebelumnya gagal menembus pasar karena mengabaikan aspek kontrol pengguna. Sandbar justru menjadikan kontrol tersebut sebagai fondasi utama desain Stream.
Sandbar melihat celah antara perangkat perekam profesional dan asisten AI yang selalu aktif. Cincin dipilih karena bentuknya yang ergonomis dan tidak mengganggu, berbeda dengan pin atau liontin yang lebih mencolok.
Fokus utama Stream adalah menangkap "stray thoughts" atau ide-ide liar yang sering hilang begitu saja. Pengguna cukup menekan tombol di cincin untuk merekam pemikiran, yang kemudian diolah menjadi catatan terstruktur. Pendekatan ini berbeda dari perangkat perekam rapat yang cenderung pasif dan merekam semua percakapan.
Pertanyaan besar di industri ini adalah soal privasi. Sandbar menjawabnya dengan memberikan kendali penuh kepada pemilik perangkat atas data suara mereka. Ini menjadi nilai jual utama yang membedakan Stream dari kompetitor yang mengandalkan sinkronisasi cloud otomatis.
Fahmi menegaskan bahwa kegagalan perangkat voice sebelumnya sering kali disebabkan oleh kurangnya kepercayaan pengguna terhadap pengelolaan data. Dengan menempatkan manusia sebagai pengendali utama, Sandbar berharap dapat membangun adopsi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Strategi Sandbar tampaknya menyasar dua segmen sekaligus: profesional yang ingin mendokumentasikan ide tanpa repot, dan pengguna awam yang baru mengenal teknologi wearable. Harga perangkat belum diumumkan secara resmi, namun posisinya di segmen premium sejalan dengan tren perangkat AI personal.
Dengan dana segar di tangan, Sandbar kini memiliki modal untuk membuktikan bahwa cincin AI bukan sekadar gimmick. Keberhasilan Stream akan menjadi ujian nyata apakah pasar benar-benar siap beralih dari smartphone sebagai pusat pencatatan ide menuju perangkat khusus yang lebih personal.
Bagi pengguna Indonesia yang tertarik dengan teknologi wearable AI, Stream menawarkan alternatif menarik. Namun, keputusan pembelian tetap perlu mempertimbangkan ekosistem perangkat yang sudah dimiliki serta kesiapan layanan lokal untuk mendukung perangkat keras semacam ini.