KALIMANTAN UTARA — Kepastian itu disampaikan Ferry Paulus di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (12/8), usai menghadiri jumpa pers Indonesia Women's League 2026/27. "Iya, di Jakarta. Dengan penonton, dong. Pakai penonton," ujarnya singkat saat dikonfirmasi awak media.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang publik sepak bola nasional. Terakhir kali Persija menjamu Persib di ibu kota terjadi pada Juli 2019, juga di SUGBK, yang berakhir imbang 1-1. Musim lalu, laga kandang Macan Kemayoran melawan Maung Bandung terpaksa dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, karena tidak mendapat izin dari pihak berwenang, dan berakhir dengan kemenangan Persib 2-1.
Meski mengonfirmasi laga akan dihadiri penonton, Ferry memberikan sinyal bahwa kehadiran suporter tim tamu bakal dibatasi. Ia menganalogikan situasi ini dengan laga super big match lain, seperti Arema FC kontra Persebaya Surabaya, yang memang selalu berisiko tinggi.
"Kemungkinan besar masih tanpa kehadiran penonton tim tamu, karena laga ini termasuk laga dengan tensi rivalitas tinggi," tambah Ferry. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa skema keamanan akan diperketat, dan hanya suporter tuan rumah yang diprioritaskan memadati tribun SUGBK.
Ferry juga mengungkap alasan penjadwalan Derbi Indonesia yang dipatok lebih awal, yakni di pekan kedua kompetisi. Ternyata, ada permintaan khusus yang diajukan langsung oleh manajemen Persija Jakarta kepada operator liga.
"Semua penjadwalan yang kami lakukan pada tahun ini menggunakan sistem yang diadopsi dari kompetisi besar seperti Premier League dan J.League. Klub bisa mengajukan permintaan, misalnya ingin bermain home di hari ulang tahun mereka. Itu semua terakomodir," jelas Ferry.
Meski tidak merinci secara gamblang alasan spesifik Persija, sistem penjadwalan baru ini memang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan klub. "Ya, tentunya tidak semua permintaan bisa kami penuhi. Ada 20, 30, 10, 5 permintaan, tidak mungkin semua diakomodir. Kami menggarisbawahi permintaan berdasarkan skala prioritas," tegasnya.
Sebelum saling sikut di SUGBK, kedua tim dipastikan menjalani laga pembuka lebih dulu pada pekan pertama, 5-6 September 2026. Persija akan melakoni laga tandang berat melawan Borneo FC, sementara Persib menjamu PSM Makassar di kandang sendiri sehari setelahnya.
Hasil dari laga pekan pertama ini tentu akan mempengaruhi mental kedua tim saat bertemu di Jakarta. Persija yang bermain di kandang sendiri jelas diunggulkan, tetapi rekam jejak Persib yang selalu tampil trengginas di laga besar membuat prediksi tetap terbuka lebar.