KALIMANTAN UTARA — BMKG merilis informasi resmi gempa yang terjadi pukul 21:07:39 WIB. Episenter terletak di koordinat 5.81 Lintang Selatan dan 110.18 Bujur Timur, tepatnya 102 kilometer Barat Laut Jepara. Kedalaman gempa tercatat 560 kilometer, masuk kategori gempa dalam yang bersumber dari subduksi lempeng di bawah permukaan bumi.
Kepala BMKG dalam rilis resminya menyatakan hasil analisis awal menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. "Gempa Mag:5.0, 07-Agu-26 21:07:39 WIB, Lok:5.81 LS,110.18 BT (102 km BaratLaut JEPARA-JATENG), Kedlmn:560 Km, tdk berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya.
Gempa dalam dengan magnitudo di atas 5,0 umumnya terasa hingga radius puluhan kilometer. Wilayah pesisir utara Jawa Tengah seperti Jepara, Kudus, Pati, dan Demak berpotensi merasakan guncangan skala intensitas II hingga III MMI. Getaran nyata dirasakan dalam rumah seperti truk berlalu.
Kedalaman 560 kilometer menunjukkan sumber gempa berasal dari zona Benioff, area pertemuan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa jenis ini jarang menyebabkan kerusakan signifikan karena energi getarannya teredam lapisan litosfer sebelum mencapai permukaan.
BMKG menegaskan informasi yang dirilis saat ini mengutamakan kecepatan penyampaian kepada publik. "Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," demikian pernyataan resmi yang disertakan dalam rilis.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. BMKG terus memantau aktivitas seismik susulan di wilayah perairan Laut Jawa.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa Jawa Tengah bagian utara berada di jalur seismik aktif meski bukan zona megathrust utama. Warga yang merasakan guncangan kuat diminta berlindung di bawah meja atau struktur bangunan kokoh. Jauhi jendela kaca dan benda yang berpotensi jatuh.
Bagi masyarakat di wilayah pesisir, BMKG mengingatkan untuk memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG. Informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dapat diakses melalui aplikasi mobile, situs resmi, atau media sosial terverifikasi milik BMKG.
Pemerintah daerah setempat telah diinstruksikan melakukan pemantauan kondisi lapangan pasca-gempa. Tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersiaga melakukan asesmen jika diperlukan. Potensi kerusakan diperkirakan sangat kecil mengingat karakteristik gempa dalam.