Konsul RI Dorong Rute Penerbangan Tawau–Tarakan Dibuka Kembali, Sebut Konektivitas Kunci Ekonomi Perbatasan Kalimantan Utara

Penulis: Obi Permana  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:21:31 WIB
Konsul RI di Tawau mendorong pembukaan kembali rute penerbangan Tawau–Tarakan untuk meningkatkan konektivitas ekonomi perbatasan Kalimantan Utara.

NUNUKAN — Warga Sabah, Malaysia, yang hendak berkunjung ke Kalimantan Utara atau wilayah Indonesia lainnya kini hanya punya dua pilihan perjalanan: menempuh jalur laut Tawau–Tarakan selama empat hingga lima jam, atau terbang memutar ke Kuala Lumpur. Kondisi ini dinilai tidak efisien dan mengurangi daya saing ekonomi kawasan perbatasan.

Konsul Republik Indonesia di Tawau, Dino Nurwahyudin, menegaskan bahwa potensi kerja sama ekonomi antara kedua wilayah sebenarnya sangat besar. Namun, peluang tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena minimnya pilihan transportasi.

“Salah satu kendala utama peningkatan kerja sama ekonomi antara masyarakat Sabah dengan masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan, adalah konektivitas yang masih terbatas,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip di Nunukan.

Rute Alternatif yang Lebih Dipilih Justru Lebih Jauh

Jalur laut Tawau–Tarakan yang selama ini tersedia memakan waktu perjalanan cukup lama. Penumpang yang tiba di Tarakan umumnya harus bermalam terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke kota tujuan lain di Indonesia.

Menariknya, banyak masyarakat Sabah justru memilih rute yang lebih panjang secara geografis. Mereka terbang ke Kuala Lumpur terlebih dahulu, lalu melanjutkan penerbangan ke berbagai kota di Indonesia. Meski memutar dan memakan biaya lebih besar, rute ini dinilai lebih praktis dibandingkan harus menunggu jadwal kapal dan menginap di Tarakan.

Dampak Langsung pada Investasi dan Pariwisata

Menurut Dino, kondisi ini bukan sekadar soal kenyamanan perjalanan. Arus perdagangan, kunjungan bisnis, investasi, hingga wisata lintas negara menjadi tidak seefisien wilayah perbatasan lain yang sudah didukung jaringan transportasi udara.

“Arus perdagangan, kunjungan bisnis, investasi, hingga wisata lintas negara menjadi tidak seefisien wilayah perbatasan lain yang telah didukung jaringan transportasi udara,” ungkapnya.

Pembukaan kembali penerbangan langsung Tawau–Tarakan disebutnya sebagai langkah strategis. Langkah ini dinilai mampu memperkuat konektivitas Indonesia–Sabah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Dukungan Sabah untuk Pekerja Migran dan Pendidikan Anak

Di luar isu konektivitas, Konsul RI juga menyoroti hubungan bilateral yang tidak hanya bertumpu pada perdagangan. Dino mengapresiasi dukungan Pemerintah Sabah terhadap keberadaan Community Learning Center (CLC) bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.

Selain itu, Program Smart Sabah dinilai memberikan kesempatan bagi pekerja asing beserta keluarganya untuk melengkapi dokumen sehingga dapat bekerja secara legal. Kerja sama ini menunjukkan hubungan kedua wilayah juga saling mendukung dalam pembangunan sumber daya manusia dan tata kelola ketenagakerjaan.

“Ke depannya, penguatan konektivitas transportasi ini kita harapkan bisa menjadi agenda prioritas agar potensi ekonomi kedua wilayah dapat berkembang lebih optimal,” jelas Dino.

Reporter: Obi Permana
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top