TARAKAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kalimantan Utara. Peringatan ini berlaku selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Agustus 2026, menyusul pembaruan prakiraan cuaca yang dirilis pada Sabtu (1/8/2026).
Berdasarkan data terbaru BMKG, tidak ada wilayah di Kalimantan Utara yang masuk kategori Siaga atau Awas untuk hujan lebat hingga ekstrem. Namun, potensi hujan sedang hingga lebat tetap perlu diwaspadai, khususnya di Kabupaten Nunukan yang berstatus Waspada.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang mungkin timbul. Beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain genangan air, banjir di kawasan rendah, hingga tanah longsor di daerah berbukit.
Potensi pohon tumbang juga menjadi perhatian utama. Selain itu, berkurangnya jarak pandang saat hujan deras dapat mengganggu aktivitas transportasi, baik di darat maupun laut.
BMKG secara khusus mengingatkan para nelayan, pelaku transportasi laut, dan pengendara untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta tidak mengabaikan peringatan ini.
Forecaster On Duty BMKG Kalimantan Utara mengimbau agar publik hanya mengacu pada informasi cuaca yang dikeluarkan melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Untuk memudahkan pemantauan, BMKG menyediakan layanan prakiraan cuaca hingga tingkat kelurahan. Informasi tersebut dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG, website resmi BMKG, serta website ISDP Cuaca.
Warga juga dapat memindai kode QR yang tersedia pada infografis resmi yang diterbitkan BMKG. Dengan pemantauan cuaca secara berkala, risiko akibat perubahan kondisi atmosfer selama beberapa hari ke depan diharapkan dapat diminimalkan.