JAKARTA — Apresiasi tersebut diserahkan Sekretaris Utama LKPP, Iwan Herniwan, kepada Gubernur Kaltara yang diwakili Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Amir Hamsyah, S.T., M.T. Acara berlangsung di ajang Indonesia Catalog Expo and Forum – Indonesia Procurement Forum and Expo (ICEF-IPFE) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/7).
Penghargaan ini diberikan atas komitmen Pemprov Kaltara dalam memanfaatkan Katalog Elektronik (E-Katalog) untuk mendukung pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sistem ini dinilai mampu mendorong transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas belanja publik.
Kepala Bagian Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa Biro PBJ Kaltara, Azis, S.E., M.Sc., memaparkan data terkini capaian e-purchasing konstruksi. Per 30 Juli 2026, realisasi telah mencapai Rp20,3 miliar dari total target senilai Rp76.859.245.312.
“Per tanggal 30 Juli 2026, data di Inaproc pada kategori e-purchasing konstruksi sudah mencapai 26,41 persen dari total target e-purchasing konstruksi sebesar Rp76.859.245.312,” ujar Azis dalam keterangan resminya.
Seluruh data tersebut dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui laman data.inaproc.id. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi belanja publik di lingkungan Pemprov Kaltara.
Azis menambahkan, pemanfaatan E-Katalog tidak hanya mempercepat proses pengadaan dan pembayaran. Sistem ini juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) lokal untuk terlibat dalam belanja pemerintah.
Selain mendukung transparansi, penggunaan E-Katalog juga sejalan dengan kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Dengan sistem ini, setiap transaksi pengadaan dapat dipantau secara real-time, sehingga meminimalisir potensi penyimpangan.
Penghargaan dari LKPP ini diharapkan menjadi motivasi bagi jajaran Pemprov Kaltara untuk terus meningkatkan tata kelola pengadaan barang dan jasa. Ke depan, target pemanfaatan E-Katalog diharapkan dapat terus meningkat hingga akhir tahun anggaran 2026.