KALIMANTAN UTARA — Indonesia sebenarnya punya modal positif dengan gelar juara AVC Men's Volleyball 2026 di India. Namun, euforia itu berubah jadi masalah. SEA V Cup 2026 digelar hanya berselang lima hari setelah tim pulang dari India. Hasilnya, fisik para pemain tak pulih sempurna.
Pada leg pertama di Filipina, Indonesia harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Kamboja. Di leg kedua di Jakarta International Velodrome, skuad Garuda hanya mampu merebut peringkat tiga meski mengalahkan Kamboja 3-1 (25-18, 19-25, 25-20, 26-24).
Pelatih asal Kuba itu menolak mencari kambing hitam lain. Ia justru memuji semangat anak asuhnya meski dalam kondisi fisik tidak ideal.
"Saya harus memberikan apresiasi kepada para atlet karena mereka luar biasa. Sampai sekarang saya tidak mau banyak bicara, karena semua bisa lihat sendiri kondisi fisik para pemain," ujar Toiran dalam pernyataan resmi.
"Setelah dari India kami hanya punya waktu lima hari. Sekarang bisa kita lihat hasilnya. Semua harus paham kalau ingin tampil maksimal butuh persiapan panjang. Tidak ada yang instan," tegasnya.
Toiran menyoroti performa Farhan Halim dan Boy Arnez yang di bawah standar. "Mereka masih punya kemauan besar, tetapi kondisi fisik bisa dilihat sendiri. Biasanya mereka bermain jauh lebih baik dari itu," ucap pelatih 54 tahun tersebut.
Setelah SEA V Cup 2026, Toiran langsung mengalihkan target ke Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Jepang pada 16 September-3 Oktober 2026. Grafik kondisi atlet disebut sedang menurun drastis.
"Mereka perlu libur terlebih dulu, kemudian setelah itu kami akan fokus meningkatkan kondisi fisik," kata Toiran.
Pelatih berpaspor Kuba itu memastikan latihan kembali dimulai pada 5 Agustus mendatang. Sebanyak 20 hingga 22 pemain akan dipanggil ke pemusatan latihan. Satu nama yang masih ditunggu progresnya adalah Doni Haryono yang sedang dalam masa pemulihan.