TIDENG PALE — Sebanyak puluhan petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Tana Tidung mulai menerima honor termin pertama mereka pekan lalu. Kepala BPS Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan, mengonfirmasi pembayaran dilakukan langsung ke rekening petugas melalui mekanisme transfer, tanpa perantara.
"Honor tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing petugas sehingga proses pembayaran berlangsung lebih cepat, aman, dan transparan," ujar pria yang akrab disapa Iwan itu, Jumat (24/7).
Iwan menjelaskan, petugas harus menyelesaikan sedikitnya 40 persen dari total muatan sensus agar honor termin pertama bisa dicairkan. Bagi PPL, dokumen pendataan wajib berstatus submitted, sedangkan PML harus sudah berstatus approved.
"Dari total petugas yang ada, hanya satu orang PPL yang belum menerima pembayaran termin pertama karena merupakan petugas pengganti," kata Iwan.
Petugas pengganti tersebut baru mulai bertugas pada 26 Juni 2026 setelah menggantikan petugas sebelumnya yang mengundurkan diri. Masa kontraknya dimulai sejak tanggal itu, sehingga batas pencapaian 40 persen baru akan dihitung hingga akhir Juli 2026.
"Jadi bukan ditunda, tetapi memang mengikuti masa kontraknya," tegas Iwan.
Seluruh petugas dikontrak selama sekitar 2,5 bulan. Total honor yang diterima berkisar Rp13 juta per orang, tergantung posisi dan potongan pajak. Pembayaran dibagi dalam dua termin: termin pertama setelah target 40 persen terpenuhi, dan termin kedua dijadwalkan cair pada 31 Agustus 2026 setelah seluruh target pendataan mencapai 100 persen.
Besaran honor untuk PPL mencapai Rp5.534.000 per bulan, sedangkan PML memperoleh Rp5.831.000 per bulan sebelum dipotong pajak.
Salah satu PML mitra BPS, Alfianti, membenarkan bahwa honor termin pertama telah diterima sesuai jadwal. Ia menjelaskan, data pendataan termin pertama ditutup pada 15 Juli 2026, namun proses pencairan baru bisa diajukan setelah seluruh berkas dan capaian diverifikasi.
"Setelah capaian pendataan mencapai 40 persen, baru bisa diusulkan ke KPPN untuk proses pencairan," ujar Alfianti.
Petugas yang menggunakan rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) menerima pembayaran pada 21 Juli 2026, sementara yang menggunakan bank lain mulai menerima honor sehari kemudian.
Alfianti mengapresiasi koordinasi BPS Tana Tidung selama pelaksanaan sensus. Menurutnya, kebutuhan lapangan seperti vitamin dan pembayaran honor sesuai kontrak difasilitasi dengan baik.
BPS Tana Tidung menggelar weekly briefing setiap Jumat untuk memantau pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Forum ini menjadi ajang evaluasi kendala lapangan, penegasan kualitas data, dan validasi data yang masuk.
"Evaluasi rutin kami lakukan agar setiap kendala di lapangan dapat segera diselesaikan dan kualitas data Sensus Ekonomi 2026 tetap terjaga," tutup Achmad Sani.