TARAKAN — Pemerintah Kecamatan Tarakan Barat tidak menggunakan satu pola baku dalam menekan angka stunting. Tiap kelurahan mendapat pendekatan berbeda sesuai karakteristik wilayah dan temuan kasus di lapangan. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Tarakan yang mendorong sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif ketua RT.
Camat Tarakan Barat, Sijabat Khiris Tauan Maryanto, mengakui bahwa penambahan kasus stunting di Kelurahan Karang Anyar Pantai mendorong pihaknya untuk lebih agresif membenahi sanitasi. Ia menargetkan kelurahan itu bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS).
“Salah satu penanganannya adalah sanitasi yang baik. Jadi salah satunya adalah kelurahan bebas buang air besar. Itu yang menjadi PR besar buat kita semua,” ujar Sijabat dalam keterangan yang diterima, Senin.
Menurutnya, meskipun sejumlah warga pesisir sudah menggunakan WC komunal dan IPAL komunal, pemerintah masih mencari terobosan baru untuk menekan kebiasaan BABS yang masih terjadi. Faktor mobilitas penduduk pendatang disebut ikut memengaruhi temuan kasus baru di wilayah tersebut.
Pendekatan berbeda diterapkan di Kelurahan Karang Harapan. Pemerintah setempat memfokuskan upaya pada intervensi gizi langsung melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Hasilnya mulai terlihat: angka kasus stunting menurun dari 16–17 anak menjadi 12 anak.
Dengan evaluasi yang terus berjalan, pihak kelurahan menargetkan kondisi nol stunting atau zero stunting dalam waktu dekat. Program ini dinilai efektif karena menyasar langsung asupan gizi balita di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kelurahan Karang Balik menghadapi tantangan berbeda. Tingginya arus kedatangan penduduk baru membuat pihak kelurahan harus melakukan evaluasi menyeluruh dan pendataan ulang secara ketat.
Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh anak dari keluarga pendatang tercatat dalam sistem pemantauan gizi daerah. “Pendataan ketat ini penting agar pemenuhan gizi anak-anak mereka tidak lepas dari pantauan petugas kesehatan,” tambah Sijabat.
Pemerintah Kecamatan Tarakan Barat berkomitmen terus mengevaluasi program di masing-masing kelurahan agar solusi yang diberikan tepat sasaran dan mampu menekan angka stunting secara signifikan.