KALIMANTAN UTARA — Peluncuran tiga motor listrik Vinfast di Indonesia dilakukan secara resmi melalui acara yang digelar di Jakarta, Kamis (13/2). Ketiga model tersebut—Evo, Feliz II, dan Viper—dibekali teknologi baterai lithium-ion yang diklaim memiliki daya tahan tinggi. Namun, untuk saat ini, seluruh unit yang dijual masih merupakan produk impor utuh (CBU) dari pabrik Vinfast di Vietnam.
Vinfast tidak hanya menjual motor listrik, tetapi juga berkomitmen membangun fasilitas perakitan di Subang, Jawa Barat. Proyek ini dijadwalkan beroperasi pada 2027. Langkah ini serupa dengan strategi yang diterapkan pabrikan otomotif lain di Indonesia untuk mendapatkan insentif pajak dan menekan biaya logistik.
Dengan adanya pabrik lokal, Vinfast berharap bisa mempercepat distribusi suku cadang dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap layanan purna jual. Saat ini, jaringan dealer dan bengkel resmi masih terbatas di kota-kota besar.
Ketiga model ini belum mengungkapkan harga resmi untuk Indonesia. Sebagai perbandingan, di Vietnam, Vinfast Evo dibanderol sekitar 30 juta VND (setara Rp 19 juta), sementara Viper berada di kisaran 40 juta VND (sekitar Rp 25 juta). Namun, harga di Indonesia dipastikan berbeda karena status CBU dan pajak impor.
Vinfast mengandalkan teknologi baterai lithium-ion yang diklaim memiliki siklus pengisian ulang hingga 2.000 kali. Pabrikan juga menyediakan opsi sistem pertukaran baterai (battery swapping) di stasiun pengisian tertentu, mirip dengan konsep yang diterapkan oleh beberapa merek motor listrik lokal. Namun, infrastruktur ini masih dalam tahap awal pengembangan di Indonesia.
Dari segi pengisian, baterai motor Vinfast dapat diisi penuh dalam 4-6 jam menggunakan charger rumah tangga standar. Belum ada informasi mengenai dukungan pengisian cepat (fast charging) untuk model-model ini.
Masuknya Vinfast ke Indonesia menambah ramai persaingan di segmen motor listrik. Saat ini, pemain utama antara lain Honda dengan model EM1 e:, serta merek lokal seperti Gesits, Volta, dan Alva. Vinfast mengandalkan keunggulan desain dan teknologi baterai yang sudah teruji di pasar Vietnam. Namun, tantangan terbesar adalah membangun jaringan dealer dan layanan purna jual yang luas, terutama di luar Pulau Jawa.
Keputusan untuk memulai perakitan lokal pada 2027 menunjukkan bahwa Vinfast bermain untuk jangka panjang. Jika berhasil, harga motor listrik Vinfast berpotensi turun signifikan, membuatnya lebih kompetitif melawan merek lokal dan Jepang yang sudah mapan.