Potret Jairzinho di Tengah Favela: Kisah di Balik Foto Legenda Brasil yang Nyaris Berujung Maut

Penulis: Panji Pratama  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 22:33:31 WIB
Fotografer Michael Donald mengabadikan momen Jairzinho di favela Manguinhos, Rio de Janeiro, saat melatih anak-anak setempat.

KALIMANTAN UTARA — Bagi Michael Donald, proyek memotret 34 dari 58 pria yang pernah mencetak gol di final Piala Dunia adalah misi empat tahun yang membawanya ke 13 negara. Salah satu bidikan paling berkesan justru lahir di lingkungan paling berbahaya: favela Manguinhos, Rio de Janeiro.

Aturan Tak Tertulis di Favela: Harus Pergi Sebelum Pukul 5 Sore

Donald dan timnya tiba di lapangan umum di favela tersebut bersama Jairzinho. Di sana, legenda Brasil itu menjalani hari-harinya melatih anak-anak kurang mampu. Namun, ada aturan tak tertulis yang keras: siapa pun yang bukan warga favela harus keluar sebelum pukul 17.00 waktu setempat.

“Kami harus menyewa keamanan dari geng narkoba lokal. Tapi mereka hanya anak-anak, dan pada sore hari mereka bosan lalu pergi,” kenang Donald. Saat sesi pemotretan hampir usai, Donald melihat sebuah meja foosball tua yang indah di luar bar. Ia langsung meminta waktu tambahan 10 menit kepada sutradara dan produser.

“Aku Menoleh, dan Seorang Pria Sudah Menodongkan Pistol”

Saat asistennya, Stevie, memegang lampu kecil dan Donald sibuk mengatur komposisi di Hasselblad-nya, situasi di belakang kamera mulai memanas. Seorang pria bersepeda mendekat, melintas di belakang subjek, lalu berhenti di dekat kru.

“Saya dengar percakapan makin panas. Sutradara saya, Dan, bilang ‘Michael, kita harus pergi’,” ujar Donald. Namun, karena Jairzinho masih nyaman berpose, Donald memilih melanjutkan pemotretan beberapa menit lagi. “Begitu saya yakin dapat gambarnya, saya menoleh. Pria di sepeda itu sudah menarik pistol ke Dan dan Gretha, produser saya. Dan berkata, ‘Kau mengerti sekarang?’”

Kekacauan di Balik Kamera yang Tak Terlihat di Bingkai

Bagian kru dan fixer lokal sudah lebih dulu kabur. Hanya Donald, asistennya, dan Jairzinho yang terlalu fokus pada bidikan sehingga tak menyadari ancaman. “Dan dan Gretha bisa saja memaksa kami pergi. Saya sangat menghargai mereka memberi saya waktu untuk mendapatkan bidikan yang saya inginkan,” kata Donald.

Yang membuat foto ini spesial bagi Donald justru kontrasnya. “Kekacauan di balik kamera sama sekali tidak terlihat di potret. Itu yang sering terjadi dalam fotografi,” pungkasnya. Hasilnya: potret tenang Jairzinho di depan meja foosball, tanpa sedikit pun petunjuk bahwa nyawa sang fotografer dan krunya nyaris melayang saat itu juga.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top