Dukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Ketua DPRD Tarakan Apresiasi Distribusi Rp 6 Miliar ke 5 Pulau Perbatasan

Penulis: Panji Pratama  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 12:57:31 WIB
Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus, menghadiri pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Dermaga Koderal XIII Tarakan pada Selasa (14/7/26).

TARAKAN — Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 resmi dilepas dari Dermaga Komando Daerah Angkatan Laut (Koderal) XIII Tarakan pada Selasa (14/7/26). Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, hadir langsung dalam acara pelepasan tersebut dan menyebut kolaborasi Bank Indonesia bersama TNI AL sebagai langkah strategis memperkuat kehadiran negara di perbatasan.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Kami mengapresiasi Bank Indonesia bersama TNI AL yang terus berkolaborasi memastikan masyarakat di wilayah 3T tetap mendapatkan layanan penukaran uang layak edar,” ujar Yunus dalam sambutannya.

Rute Ekspedisi: Lima Pulau Disambangi Selama Sepekan

Dalam ekspedisi tahun ini, tim kas keliling BI dijadwalkan mengunjungi lima pulau di Kalimantan Utara selama 14 hingga 20 Juli 2026. Pulau-pulau yang menjadi sasaran meliputi Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Pulau Sambit, dan Pulau Derawan.

Distribusi uang tunai sebesar Rp 6 miliar dibawa menggunakan kapal perang KRI Ajak-653. Yunus menilai keterlibatan TNI AL dalam operasi ini menjadi bukti sinergi antarlembaga yang efektif menjangkau wilayah kepulauan yang sulit diakses transportasi reguler.

Rupiah Bukan Sekadar Alat Tukar, Tapi Simbol Kedaulatan

Menurut Muhammad Yunus, kehadiran uang layak edar di pulau-pulau terluar memiliki makna lebih dari sekadar layanan perbankan. Ia menegaskan bahwa rupiah merupakan simbol kedaulatan negara yang harus hadir di setiap jengkal wilayah Indonesia.

“Upaya menghadirkan uang layak edar hingga ke pulau-pulau terluar memiliki makna penting dalam memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan,” kata Yunus.

Selain melayani penukaran uang, masyarakat di lima pulau juga akan mendapatkan edukasi mengenai cara mengenali keaslian rupiah. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan mata uang Indonesia sekaligus melindungi masyarakat dari peredaran uang palsu.

Harapan Keberlanjutan untuk Wilayah 3T

Yunus berharap Ekspedisi Rupiah Berdaulat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang semakin luas. Menurutnya, semakin mudah masyarakat di kawasan 3T memperoleh layanan penukaran uang, maka semakin kuat pula kehadiran negara dirasakan oleh warga di perbatasan.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program tahunan Bank Indonesia yang menggandeng TNI AL untuk mendistribusikan uang layak edar ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. Di Kalimantan Utara, program ini menjadi salah satu andalan karena kondisi geografis kepulauan yang membutuhkan dukungan transportasi laut militer.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top