BULOG Jatim Serap 884 Ribu Ton Gabah Petani, Target 100 Persen Tercapai Lebih Awal

Penulis: Naufal Aditama  •  Senin, 13 Juli 2026 | 10:39:31 WIB
BULOG Jatim berhasil menyerap 884 ribu ton gabah petani sebelum target tahunan tercapai.

KALIMANTAN UTARA — Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengungkapkan keberhasilan ini bukan terjadi secara instan. Persiapan telah dimulai sejak awal tahun dengan memperkuat koordinasi lintas instansi.

“Mulai koordinasi dengan dinas terkait, kesiapan Tim Jemput Pangan BULOG, dukungan anggaran pembelian Gabah Kering Panen (GKP), koordinasi dengan TNI-Polri, penyuluh pertanian, hingga kesiapan mitra pengolahan,” ujar Langgeng dalam keterangan yang dikutip dari laman Kominfo Jawa Timur.

Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kabupaten/kota, dan jajaran Dinas Pertanian menjadi fondasi utama kelancaran penyerapan. Apresiasi khusus diberikan kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Tim Jemput Gabah BULOG yang bekerja langsung di tingkat petani.

Bukan Sekadar Target, Penyerapan Terus Berlanjut

Meski target tahunan sudah terpenuhi, BULOG Jatim memastikan tidak akan menghentikan pembelian gabah. Langgeng menegaskan komitmen ini untuk mencegah anjloknya harga di tingkat petani.

“Walaupun sudah melampaui target, kami tetap akan menyerap gabah petani. Ini bentuk komitmen BULOG untuk menjaga agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh dan tetap memberikan keuntungan bagi mereka,” tegasnya.

Kebijakan ini menjadi jawaban atas persoalan klasik sektor pertanian: peningkatan produksi tanpa kepastian pasar. Dengan terus menyerap, negara hadir bukan hanya sebagai penyimpan stok, tetapi juga sebagai pembeli yang menjamin pendapatan petani.

Merambah Komoditas Lain, Jagung Jadi Sasaran Berikutnya

Perluasan penyerapan pangan tidak hanya berhenti pada beras. BULOG Jatim juga menggenjot pembelian jagung pipil kering (JPK) yang hingga kini sudah mencapai 50.727 ton atau 50,73 persen dari target.

BULOG optimistis angka penyerapan jagung akan terus bertambah seiring musim panen di sejumlah wilayah Jawa Timur. Langkah ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan memerlukan pendekatan yang lebih luas, tidak hanya mengamankan stok beras, tetapi juga komoditas strategis lainnya.

Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional memegang peran krusial dalam keseimbangan ini. Keberhasilan menyerap hasil panen petani menjadi cerminan bahwa sistem pangan nasional mampu melindungi dua kepentingan sekaligus: kesejahteraan petani dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, angka 884.559 ton bukan sekadar catatan serapan. Ia adalah bukti kepercayaan petani bahwa hasil kerja keras mereka memiliki tempat dalam sistem pangan negara.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: harianjatim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top