Disdik Tarakan Bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman, Perkuat Perlindungan Siswa dari Kekerasan dan Perundungan

Penulis: Panji Pratama  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 21:28:31 WIB
Disdik Tarakan bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman untuk perkuat perlindungan siswa dari kekerasan.

TARAKAN — Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman di Kota Tarakan memasuki babak baru. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat tidak hanya mengandalkan kebijakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, tetapi juga merancang struktur organisasi khusus untuk menangani persoalan kekerasan di sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Sekolah Aman dan Nyaman saat ini masih dalam tahap finalisasi. “Sebagai upaya pencegahan, kami juga sedang menyiapkan pembentukan Pokja Sekolah Aman dan Nyaman. Saat ini masih menunggu pengesahan dari kepala daerah,” ujarnya, Selasa (7/7).

Wadah Koordinasi Lintas Pihak

Pokja ini nantinya tidak akan bekerja sendiri. Edhy menjelaskan, kelompok kerja tersebut akan menjadi wadah koordinasi berbagai pihak untuk memperkuat sistem perlindungan peserta didik. Tugas utamanya mencakup dua hal: mendorong langkah pencegahan dan mempercepat penanganan jika kasus kekerasan atau perundungan benar-benar terjadi.

“Harapannya, keberadaan pokja ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” kata Edhy.

MPLS Ramah Wajib untuk Semua Sekolah

Di sisi lain, Disdik Tarakan memastikan kebijakan MPLS Ramah berlaku untuk seluruh satuan pendidikan di kota itu. Aturan ini mengikat sekolah negeri maupun swasta, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kebijakan ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Tarakan. Semua sekolah wajib melaksanakan MPLS Ramah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan,” tegas Edhy.

Untuk memastikan implementasinya berjalan mulus, Disdik telah melakukan sosialisasi ke semua sekolah melalui berbagai forum. Salah satunya adalah webinar yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Kami sudah menyampaikan konsep MPLS Ramah kepada seluruh sekolah. Harapannya seluruh satuan pendidikan memiliki pemahaman yang sama,” jelasnya.

Bangun Budaya Positif Sejak Hari Pertama

Edhy berharap momentum MPLS tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Ia mendorong sekolah-sekolah memanfaatkannya untuk membangun budaya positif sejak hari pertama siswa masuk. Tujuannya, peserta didik baru merasa diterima dan nyaman sebelum benar-benar mengikuti kegiatan belajar.

“Kami mengimbau seluruh sekolah di Tarakan melaksanakan MPLS Ramah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua dengan menghadirkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik,” pungkasnya.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: headlineku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top