KALIMANTAN UTARA — Laga ini mempertemukan dua tim yang sama-sama lolos setelah menyingkirkan lawan berat di babak 32 besar. Kanada menumbangkan Afrika Selatan 1-0 berkat gol dramatis Stephen Eustaquio di masa injury time. Kemenangan itu menjadi sejarah karena merupakan kali pertama The Canucks menang di fase gugur Piala Dunia.
Di sisi lain, Maroko juga datang dengan modal positif. Singa Atlas menunjukkan konsistensi permainan sejak Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana mereka menjadi tim Afrika pertama yang tembus semifinal.
Kanada belum pernah sekalipun mengalahkan Maroko dalam empat pertemuan sebelumnya. Salah satu kekalahan paling menyakitkan terjadi di fase grup Piala Dunia 2022, ketika The Canucks kalah 1-2. Rekor ini menjadi kutukan yang harus mereka patahkan jika ingin melangkah ke perempat final.
Pelatih Jesse Marsch sadar betul tantangan ini. "Kami harus bermain lebih cerdas dari pertemuan sebelumnya," ujarnya dalam konferensi pers jelang laga.
Sepanjang turnamen, Kanada tampil dengan gaya pressing agresif. Pada babak pertama melawan Afrika Selatan, mereka mencatat lebih dari 100 tekanan di sepertiga akhir lapangan — rekor tertinggi di Piala Dunia sejak 2010. Statistik ini menunjukkan intensitas tinggi yang siap mereka terapkan sejak menit awal.
Kanada juga konsisten produktif. Mereka selalu mencetak gol dalam enam pertandingan terakhir. Namun, menghadapi Maroko yang disiplin dalam bertahan, efektivitas di lini depan akan diuji.
Maroko terkenal dengan transisi cepat dan organisasi pertahanan yang solid. Kanada harus mampu memanfaatkan setiap peluang tanpa membuang energi berlebihan. Kesalahan kecil di lini belakang bisa berakibat fatal melawan pemain seperti Hakim Ziyech dan Sofiane Boufal yang haus akan ruang.
Laga di Stadion NRG diprediksi berlangsung ketat. Bagi Kanada, ini bukan sekadar soal taktik. Ini soal memutus rantai kegagalan melawan tim yang sudah tiga kali mengalahkan mereka.