Dividen Rp300 Miliar dari MDKA Disetujui, Begini Kabar Terbaru Tambang Emas dan Nikel

Penulis: Mirza Fachri  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07:31 WIB
MDKA bagikan dividen Rp300 miliar sambil terus ekspansi tambang emas dan nikel.

KALIMANTAN UTARA — Meski baru saja membagikan dividen jumbo, MDKA tidak melupakan agenda ekspansi. Perusahaan yang juga dikenal sebagai induk dari PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) ini melaporkan sejumlah pencapaian operasional yang solid di awal 2026.

Tambang Emas Pani Mulai Produksi, Target 100 Ribu Ounce

Salah satu kabar gembira datang dari Tambang Emas Pani. Melalui anak usahanya, EMAS, perusahaan berhasil melakukan penuangan emas perdana pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026. Pada kuartal I-2026, EMAS mencatat produksi 1.818 ons emas dan penjualan perdana sebanyak 516 ons.

"Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek Perseroan dan komitmen kami untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," ujar Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro dalam keterangan resmi, Kamis (25/6).

Target produksi EMAS untuk tahun 2026 dipatok antara 100.000 hingga 115.000 ons emas. Dengan capaian awal ini, MDKA optimistis dapat memenuhi target tersebut.

Bisnis Nikel Moncer, Produksi Bijih Melonjak Drastis

Tak hanya emas, sektor nikel juga menunjukkan performa impresif. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat pertumbuhan produksi bijih yang kuat di tambang nikel Konawe. Produksi saprolit naik 72% secara tahunan, sementara produksi limonit meningkat 195% secara tahunan pada kuartal I-2026.

Fasilitas HPAL SLNC, yang menjadi andalan pengolahan nikel kelas baterai, telah mencapai progres konstruksi 95%. Sementara itu, pabrik AIM mencatat output commissioning asam sulfat sebesar 120.911 ton pada periode yang sama.

Efisiensi Biaya Berbuah Manis, Margin Melebar

Kinerja keuangan MDKA juga ikut terdongkrak oleh efisiensi biaya. Pada kuartal I-2026, cash cost Tambang Emas Tujuh Bukit turun 64% secara kuartalan menjadi US$685 per ons. Alhasil, margin melonjak 130% secara kuartalan menjadi US$4.156 per ons, ditopang harga emas yang masih perkasa.

Di sektor nikel, margin NPI (Nickel Pig Iron) naik 76% secara kuartalan menjadi US$3.982 per ton. Angka ini mencerminkan dampak positif dari efisiensi operasional dan inisiatif optimalisasi biaya yang dijalankan perusahaan.

"Meskipun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan, MDKA memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat. Kami melihat peningkatan kinerja operasional, disiplin biaya yang lebih baik, serta kemajuan penting di berbagai platform pertumbuhan utama Perseroan," imbuh Albert.

Dengan dividen yang telah disetujui dan kinerja operasional yang solid, MDKA menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga siap menopang pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika harga komoditas global.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top