Meta Dikabarkan Garap Aplikasi Prediksi Pasar "Arena", Tantang Polymarket dan Kalshi

Penulis: Panji Pratama  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 06:50:01 WIB
Meta tengah mengembangkan Arena, aplikasi prediksi pasar dengan sistem poin virtual.

KALIMANTAN UTARA — Laporan The New York Times yang terbit pekan ini mengungkapkan bahwa Meta telah memulai tahap awal pengembangan aplikasi "Arena". Aplikasi ini dirancang sebagai platform prediksi pasar—tempat pengguna bisa memasang tebakan pada berbagai peristiwa, mulai dari suhu di Paris hingga hasil pemilu.

Strategi Onboarding: Poin Virtual, Bukan Uang Sungguhan

Berbeda dengan Polymarket dan Kalshi yang menggunakan mata uang kripto atau uang riil, Arena dilaporkan akan mengadopsi sistem poin bergaya video game. Pengguna bisa mengumpulkan poin, stiker, atau lencana sebagai imbalan atas tebakan yang benar.

Namun, para orang dalam Meta menyebutkan bahwa perusahaan belum menutup kemungkinan untuk mengintegrasikan uang sungguhan di masa mendatang. "Sistem poin murni belum tentu cukup untuk menarik pengguna yang sudah terbiasa dengan imbalan finansial di platform kompetitor," ujar salah satu sumber internal kepada The New York Times.

Bukan Percobaan Pertama Meta di Ranah Prediksi

Ini bukan kali pertama Meta bermain di ranah prediksi pasar. Sebelumnya, perusahaan meluncurkan aplikasi bernama Forecast pada 2020 yang memungkinkan pengguna menebak peristiwa dunia. Sama seperti rencana Arena saat ini, Forecast juga menggunakan sistem poin tanpa uang sungguhan. Aplikasi tersebut akhirnya ditutup pada 2022 karena gagal menarik minat publik.

Pola "ikut tren" ini bukan hal baru bagi Meta. Sejarah mencatat Instagram Stories lahir menyusul kesuksesan Snapchat, Facebook Reels muncul setelah TikTok, dan Threads dirilis ketika Twitter mulai goyah. Kini, giliran industri prediksi pasar yang menjadi sasaran.

Pesaing Kokoh dengan Basis Pengguna Mapan

Polymarket dan Kalshi sudah beroperasi lebih dari lima tahun dan hampir menguasai penuh industri prediksi pasar global. Keduanya telah membangun basis pengguna setia yang terbiasa bertaruh dengan uang sungguhan, baik dalam bentuk kripto (Polymarket) maupun dolar AS (Kalshi).

Untuk mengejar ketertinggalan, Meta berencana memanfaatkan jaringan distribusi masif dari Facebook dan Instagram. Strategi ini mirip dengan yang diterapkan saat meluncurkan Threads, yang berhasil mengumpulkan puluhan juta pengguna dalam hitungan hari berkat integrasi langsung dengan Instagram.

Nasib Arena: Eksperimen Abadi atau Peluncuran Resmi?

Belum ada kepastian apakah Arena akan benar-benar dirilis ke publik atau hanya menjadi proyek eksperimental internal. The New York Times melaporkan bahwa aplikasi ini masih dalam tahap awal pengembangan dan bisa saja tidak pernah melihat cahaya layar.

Yang jelas, jika Meta serius meluncurkan Arena, mereka harus menghadapi tantangan regulasi yang kian ketat di berbagai negara. Beberapa yurisdiksi mulai memperketat aturan terkait platform prediksi pasar, terutama yang melibatkan uang sungguhan. Ironisnya, jika mengikuti kebiasaan Meta, aplikasi ini justru bisa dirilis tepat sebelum regulasi makin diperketat.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top